Saturday, May 23, 2009

Emang Dasar Bajingan!


Emang dasar...emang dasar... he dasar kamu bajingan, begitulah cuplikan lirik lagu yang dibawakan oleh Wali Band yg judulnya 'emang dasar' yang sering saya setel di komputer, terkesan memang kasar tapi ya jelas kasar terutama untuk anak kecil. Pada sinetron A di channel TV B ada seorang wanita yang memergoki suaminya selingkuh dan serta merta ditampar itu suami sambil bilang "dasar lelaki bajingan". Pada acara infotainment seorang artis diwawancara dan ditanya apa yg paling dibenci, jawab si artis "gue nggak suka lelaki bajingan".

Tapi apa itu bajingan? bajingan yang dimaksud contoh diatas adalah seorang lelaki yg hobinya selingkuh dan menduakan wanita. Tapi apa itu bajingan sebenarnya? seorang kusir gerobak sapi, ya itulah kenyataannya, tapi kok jadi bahan umpatan di sinetron, lagu, dsb dan mengesankan rendah sekali, padahal bajingan yg asli di sekitar Solo tidak tahu pokok permasalahannya tetap adem ayem dan pekerjaan mereka mulia jauh dari kesan berakhlak rendah. Mungkin para artis sinetron dan penyanyi itu tidak tahu apa itu bajingan sebenarnya, kalau tahu sebenarnya mungkin akan berpikir ulang mengatakan bajingan.

Kenapa kok bajingan? saya sendiri tidak tahu kapan persisnya istilah bajingan menjadi begitu rendah, perkiraan pada penjajahan belanda sering para meneer menganggap para kusir gerobak(bajingan asli) berprofesi rendah ala inlander, nah dari sini para meneer itu menyamakan anak buahnya yg tidak becus dengan bajingan. Hmmmm memang Belanda tidak hanya meninggalkan rumah, gedung2 kuno, pabrik2 gula dsb, tapi juga meninggalkan umpatan.

Mengapa kok bajingan bergeser ke lelaki hidung belang? yah namanya saja sinetron, apalagi budaya latah mulai berkembang itu dugaan saya lagi. Saya sendiri dulu waktu kecil suka ngerjain pembantu atau orang2 tua yg latah(biasanya di daerah pesisir utara), sering kata2 yg keluar mengenai alat kelamin hehehe, tapi ini latah asli nggak dibuat2. Yg saya prihatinkan kok sekarang gadis2 muda anak2 sekolahan/kampus malah sengaja dilatah-latahin, apa kalau latah terus jadi keren, tambah cantik? kan ndak to?.

Kembali ke bajingan, sebenarnya para bajingan itu sebuah pekerjaan mulia, mengapa? pertama karena mereka bekerja membantu orang lain dalam urusan transportasi, jelas halal to?. Kedua bebas polusi, karean sapi2 tidak berasap karena berbahan bakar rumput dan sayuran jadi bebas asap polusi dan satu2 nya limbah dari kotoran sapinya yg bisa dijadikan pupuk, kotoran/asap mobil mana ada yg bisa dijadikan pupuk.

Sampai saat ini saya belum pernah menemukan orang dengan nama asli bajingan, tapi saya pernah tahu orang yg namanya Cindil(bayi tikus), Sireng(kakaknya cindil), Runtah(sampah), Cepet(sejenis kutu), Penjol.Memang orang2 dulu terutama yg pendidikan rendah sering memberi nama seadanya dilihat dari bentuk bayinya pada waktu lahir, kejadian yg terjadi pada waktu bayi lahir sebagai tenger atau pepeling. Contoh namanya Daljinem lahir pada tahun Dal bulan satu tanggal enam.

Ketika saya tahu bajingan yg sebenarnya jadi agak kasihan dengan bajingan yg asli yg tidak tahu apa2, juga geli lihat pesinetron dengan polosnya mengatakan bajingan. Sebaliknya kata cewek jadi begitu "terhormat" bagi seorang perempuan, padahal cewek itu istilah lain dari cawik/cebok urutannnya kira2 dari yg terkecil ciwik, cawik, cewek, cewok, cowok.memang wolak waliking jaman yang baik dikatakan buruk, yang buruk dikatakan baik.

27 comments:

  1. wah..wah...jadi ikutan nimbrung nih.
    jangan cepetan tersinggung lho,kalau ada kata"bajingan".Menurutku,bajingan berasal dari kata "bajing + an".bajing adalah nama hewan yang hidupnya di-pohon2 kelapa yang suka ber-pindah2 tempat dari pohon yg satu kepohon yg lain.[bhs lain bajing=tupai].
    jadi siapapun orangnya,bila suka ganti2 pasangan,/berubah pendirian atau "mencla-mencle"ibaratnya memiliki tabiat seperti bajing[bajingan]Jad "bajingan" tidak selalu berkonotasi buruk seperti bajing loncat lho.
    bisa juga orangnya terampil/cepat kerjanya dan tahan banting dlm tantangan boleh juga kasih komentar"wah kamu memang bajingan,hebat..hebat.."

    salam sejati

    ReplyDelete
  2. waaaah.. setuju saja sama yangkung.. idem :mrgreen:
    Salam Sayang

    ReplyDelete
  3. wah sampeyan iki memang teliti tenan dalam ngothak athik kahanan.
    rahayu

    ReplyDelete
  4. @yangkung
    maksih yang atas masukannya, tapi emang bajingan itu ada, tapi saya blom pernah naik gerobaknya paling ndak fotonya ada lah...
    @kangboed & ngabehi KM
    makasih atas kunjungannya, salam katresnan utk semua

    ReplyDelete
  5. bisa jadi konotasi buruk itu memang berasal dari kata "bajing" yang suka menyikat buah2an. tapi setahu saya kata "bajingan" ini tak hanya ditujukan utk lelaki yang suka selingkuh! mereka yang suka nyerobot barang milik orang lain kan bisa juga disebut "bajingan".

    ReplyDelete
  6. @pak sawali
    wah baru tahu saya, tapi setahu saya namanya bajing loncat

    ReplyDelete
  7. kunjungan balik nih mas... tak tambahi satu referensi lagi mengenai umpatan ini ya. Selain bajingan si kusir gerobak yg jd korban umpatan, ada lagi SONTOLOYO, si tukang angon bebek

    ReplyDelete
  8. hehehe bener juga, koq gak kepikiran yah

    ReplyDelete
  9. Memang bajingan yang sebenarnya itu sopir grobag, Kang Tono. Cumak ya itu tadi... di Jawa pun orang kalau kesal banyak juga yang ngumpat kalau nggak binatang ya sopir grobag itu.

    ReplyDelete
  10. makasih kang kombor atas kunjugannya
    yaa gitu lah saya aja secara pribadi kadang2 kalo keceplosan suka keluar tuh sopir grobag :D

    ReplyDelete
  11. Jika direset pemehaman yg sebenarnya, memang menjadi BAJINGAN ASLI jauh lebih mulia ketimbang menjadi maling, kecu, begal, copet, koruptor, gedor, yg semuanya sebagai bajingan jadi-jadian atau palsu... :)

    Rahayu

    ReplyDelete
  12. @sabdalangit
    leres kangmas....memang perlu revisi ulang atas pemahaman suatu kosakata yg salah kaprah

    ReplyDelete
  13. saya tahu kalo bajingan itu sebenarnya sopir gerobak tapi kenapa kok jadi umpatan mungkin seperti yang Mas katakan perendahan martabat kaum inlander oleh para meneer

    wah susunan bahasa saya kacau banget

    ReplyDelete
  14. @tomy
    namanya juga penjajah....

    ReplyDelete
  15. BAJINGAN itu yang suka LOMPAT di pohon Kelapa itu yah Kang Tono...huaaaaaaaaaaks...

    Jadi inget masa kecil dulu, klu sekolah suka NGGANDHOL Cikar...

    ReplyDelete
  16. @santri
    itu mah bajing...kalo ditambahin an jadi orang...
    klo aku dulu suka ngatain dan dikatain bajingan...jadi impas... :D

    ReplyDelete
  17. Bajingan yang paling jahat, biasanya ddisebut bajingan tengik. Kalo bajingan yang paling baik, nggak ada sebutannya. Kalo dikasih nama : bajingan segar. Selain maksa banget kelihatannya, juga absurd.

    Salam Brrrrr (tidak) bajingan!

    ReplyDelete
  18. oh, ya sampai lupa!
    @Yang Kung
    Menurut wikipedia, katanya :
    Bajing adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pengerat dari suku Sciuridae. Kata yang berpadanan dalam bahasa Inggris adalah squirrel. Dalam ilmu biologi, bajing tidak sama dengan tupai.

    Kelompok ini adalah kelompok besar mamalia kecil, yang di Indonesia mencakup jenis-jenis jelarang, bajing terbang dan bajing pohon pada umumnya. Juga jenis-jenis bajing tanah, anjing prairi dan chipmunk. Dua golongan terakhir ini tidak didapati di Indonesia.

    Tupai adalah segolongan mamalia kecil yang mirip, dan kerap dikelirukan, dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama --dan jauh kekerabatannya-- dengan keluarga bajing. Tupai banyak memangsa serangga, dan dahulu dimasukkan ke dalam bangsa Insectivora (pemakan serangga) bersama-sama dengan cerurut. Sedangkan bajing dan bajing terbang termasuk bangsa Rodentia (hewan pengerat) bersama-sama dengan tikus.

    ReplyDelete
  19. @segar
    makasih atas masukannya....tapi bajing emang beda dgn bajingan...paling nggak beda pekerjaan beda bentuk..juga kalau umpatannya jadi "dasar bajing!!" jadi ga seru... wkwkwk

    satu lagi bajingang yg paling jahat...dasar bajinggur...eh bajigur... qiqiqiqi

    ReplyDelete
  20. nek bajigur kan malah wenak di ombe...

    ReplyDelete
  21. Aku baru nyaho, Kang, bajingan itu tadinya bagus sekarang rusak. Konon si Meneer yg ngajarin kita, wah! Konon bahasa itu menunjukkan bangsa, wah! Konon beda utama kita dgn hewan adalah pd bahasa dan memang bahasa itu lah yg membawa kita kepada pengetahuan yg luas tak terbatas. Semakin miskin kita berbahasa, ya, semakin miskin pengetahuan kita, dan semakin tak bisa mencipta, malah bisanya selalu merusak. Kletannya bukan hanya bajingan yg jadi rusak, Kang! Beberapa contoh kurunut di bawah ini.

    Di era reformasi bahasa kita udah tekor minimal satu. Kata yg di produksi oleh reformasi antara lain: “hari kejepit” yg mungkin akan diterima secara latah. Lalu latah lagi pd “harpitnas” yg jangan-jangan udah dimasukkan kedalam kamus besar Bahasa Indonesia, wuih! Dan, kata canggih udah mulai akan didilet, hah!

    Nah, siapa promotornya? Kita perlu usil utk itu, bukan hanya kepada Meneer itu, kepada kita juga. Dulu, “hihi hihi” adalah kata “kuntilanak”, sekarang telah menjadi milik para bloger - hehe, nyengir aja lah, Kang!

    Kepikir nggak,
    Banyak kata yg tadinya bagus dijelek-jelekin.
    Banyak kata yg tadinya jelek dibagus-bagusin.
    Apakah ini kesengajaan, kebodohan, atau apa.

    Contoh:
    Paten tadinya bagus,
    Dipateni koq jadi aneh.
    Lalab itu bagus,
    Dilalab jadi jelek.
    Gagah pun demikian,
    Digagahi, menggagahi dll.

    Lalu kata lama “perempuan sundal”.
    Berubah menjadi “perempuan bejad”,
    Dihapus perempuannya jadi “lonte”
    Ke kotaan dikit menjadi “pelacur”
    Yang belum pro disebut “perek”
    Diproin dikit jadi “wts”
    Diproin abis-abisan jadilah “psk”,
    Seolah kita telah berhasil mencipta sesuatu yg jelek menjadi lebih kerenan dan udah mirip dengan kata wartel lah, kan?! Tak usah heran jika “wts” itu akan berubah lagi kelak menjadi “PPJ” oleh para pemuja syahwat, pemilik uang bengkok yg elehan!

    Kurasa, yg suka asal berkata-kata adalah para politisi kita yg telah kita pilih itu. Kenaikan harga mereka bilang penyesuaian harga, penjara dia bilang pemasyarakatan segala, huh! Dan, yang suka melatahkannya adalah para wartawan amplop pengagum mereka, yg suka menanti-nanti politisi terhormat di ruang lobi. Ancur dah!

    Salam Pikir-pikir!

    ReplyDelete
  22. iya dah setuju aja ama bung tahu..eh bung maren............makasih ya udah promosi diblognya kang lambang

    ReplyDelete
  23. Paten karo dipateni yo bedo tho mas ? :)

    ReplyDelete
  24. @love
    mergo hak paten iki dadi iso paten2an...hihihihihi

    ReplyDelete
  25. Emang ada di kamus?kalau ngak ada ngak usah sok tau bajingan

    ReplyDelete
  26. Siip.terima kasih kakak.. terima kasih yang kung

    ReplyDelete
  27. MainDuluPoker.com Agen Judi Poker Indonesia Terpercaya
    Cara mudah mendapatkan uang dari poker online
    modal 15 ribu bisa menang ratusan juta rupiah
    Dapatkan Bonus Setiap Deposit Pertama

    Temukan Cara dan Trik Bermain Poker di TrikBermain.com

    ReplyDelete