Showing posts with label wayangan. Show all posts
Showing posts with label wayangan. Show all posts

Thursday, July 29, 2010

Wejangan Buto Cakil: Ngelmu Makripat

Pada suatu hari yang cerah Sri Paduka Buto Cakil sedang berjalan jalan mencari angin mengelilingi daerah kekuasannya di Republik Buto, seketika dia berhenti disebuah pondok pesantren yg mempunyai ribuan santri, rupanya dia tahu itu adalah pesantren beraliran cenderung radikal dan tidak kompromi dengan budaya setempat, maka dia pun masuk langsung menemui pimpinan dari pondok tersebut dengan kesaktiannya, seketika sang kyai pemimpin pondok itu terkejut ketika tiba2 didepannya sudah berdiri makhluk berwujud manusia tapi buruk rupa dan bermahkota, sang kyai pun tampak komat kamit membaca ayat2 suci dengan maksud untuk mengusir si makhluk itu, tapi sang paduka buto cakil tampak tenang tenang saja dan memulai pembicaraan

Cakil : "sudahlah kyai percuma komat kamit utk mengusirku, karena aku tidak bermaksud jahat"

kyai : "Hai siapa kamu? demit setan iblis keluar dari ruanganku!!"

cakil : "apa begitu sambutan seorang ahli agama terkemuka terhadap sesama makhluk tuhan?"

kyai : "kamu ini siapa? mau apa kemari? disini adalah pesantren tempat yang suci dan makhluk kafir sepertimu haram hukumnya datang kesini"

cakil : "perkenalkan aku adalah Cakil penguasa Republik Buto yang menjadi cerminan dari republik tempat kamu berada, memang benar aku ini bukan manusia sepertimu tapi aku juga sama2 makhluk Tuhan yg punya hak hidup sedangkan maksud kedatanganku adalah untuk emnguji seberapa pintarnya kamu karena kulihat santrimu sudah ribuan dan lulusannya banyak yg menjadi orang2 sukses, jika kamu merasa kurang cukup pintar untuk beradu wawasan denganku maka aku akan pergi dengan sukarela"

kyai : "kurang ajar, berani2nya kamu setan mengatakan aku kurang pandai dibanding kepintaranmu, perlu kamu ketahui derajat manusia itu lebih mulia dibanding makhluk2 rendah semacam kamu dan sejenisnya, maka hendaklah kamu tobat dan mengikuti agamaku serta nyantri kepadaku supaya kamu selamat masuk surga tidak dilaknat oleh Tuhan"

Cakil : "hehehehehehe, emangnya itu surga kepunyaan simbahmu kok berani beraninya menvonis aku bakal masuk neraka kalo tidak masuk kedalam agamamu, aku hidup memang sebagai buto bahkan raja dari para buto sedangkan aku punya darma tersendiri yang aku jalani sebaik baiknya yaitu menggoda manusia, sedangkan darma kamu sebagai manusia adalah berbuat baik seperti halnya yg tercantum di kitab agamamu itu"

kyai : "lha memang benar to kalau setan dan sejenisnya ya termasuk kamu itu bakalan masuk neraka karena dilaknat Tuhan, sedangkan golongan yg selamat sampai surga adalah yg menganut agamaku titik, tidak ada keraguanku atas itu semua, maka bertobatlah kamu dan ikutilah aku sebelum terlambat"

cakil : "sudah kubilang emangnya itu surganya simbahmu, kamu ini suka bikin lelucon aja, itukan katanya kitabmu yang ditafsirkan macam2 oleh pemuka2 agamamu dan juga kamu sendiri, apa kau pikir dengan mengutip ayat2 dari kitab sucimu maka sudah bisa dikatakan ahli agama? kalau menurutku masih jauuuh, bahkan aku buto yang kafir ini lebih mengerti agama dibanding kamu ini"

kyai : "heemmm baiklah kalo kamu tidak mau bertobat, kalo begitu kamu tanya apa saja tentang agama maka apabila tuhan mengizinkan aku bisa menjawab semoga bisa menjadi bahan renungan buatmu utk segera bertobat"

Cakil : "baiklah pak kyai yang terhormat, kalo boleh saya yang kafir ini bertanya, bagaimana caranya dzikir yg bermakrifat dan tingkatannya?"

kyai : "haha itu pertanyaan gampang, baiklah aku jawab, dzikir itu adalah mengingat Tuhan dan hanya ada dua tingkatan yaitu dzikir terucap dan dzikir tersembunyi atau sirri, dzikir yg zahir atau terucap itu ya menyebut asma Tuhan atau bacaan yg diajarkan oleh rasulku dengan jumlah tertentu tanpa dikurangi atau ditambahi, apabila dikurangi atau ditambahi atau juga bukan yg nabi ajarkan maka itu termasuk bid'ah dan sesat, dan yg dimaksud dzikir sirri adalah dzikir halus dimana kita mengingat Tuhan dimanapun dan dalam kondisi apapun, sedangkan hubungannya dengan makrifat adalah pemahaman kita yg arif menyikapi tuntunan nabi tersebut, sebaik baik pemahaman adalah pemahaman salafus soleh atau orang2 terdahulu yg dekat dengan nabi, sedangkan umat sekarang bukan salafus soleh maka harus mengikuti salafus soleh supaya menjadi makrifat atau arif"

cakil : "heemmm.......jawabanmu memang cerdas tapi masih terpasung oleh ruang waktu di masa lampau, kamu lupa bahwasanya kamu hdiup dijaman sekarang yg sudah modern, sedangkan orang2 salaf yg kamu idolakan itu sudah mati"

kyai : "aku hanya berpatok pada dalil yg mengatakan diantara 73 golongan hanya ada satu yg selamat yaitu golongan ahlusunnah waljamaah tidak dengan yg lainnya termasuk yg setia dengan budaya2 setempat yg bid'ah itu, golongan ahlus sunah itu ya yg mengikuti manhaj salafus soleh, sedangkan sebaik baik golongan ya mereka itu, titik, maka sudah pasti mereka itu makrifat"

cakil : "yaa itu sih terserah kamu kalau mau terkurung dimasa lalu, kamu sebagai pemuka agama seharusnya bisa melihat kedepan tidak hanya berpatokan pada masa lalu, salah satu ciri makrifat adalah lebih dari sekedar berkaca pada masa lalu atau melihat di masa depan yaitu dengan menyimpulkan awal akhir kehidupan, sangkan paraning dumadi, dumadining sangkan paran"

kyai : "hahahah mana dalilnya, ngaco kamu istilah2 kejawen itu tidak ada didalam kitab suciku, itu bid'ah namanya"

cakil : "aku hanya berpedoman pada kitab teles yaitu yg merasuk kedalam semua kitab garing dan semua ciptaanNya, sedangkan apa yg kamu kutip dan baca itu hanya salah satu kitab garing yg kamu pahami ikut2an orang2 sebelum kamu, mosok beragama kok cuman ikut2an kayak ikut parpol buto aja"

kyai : "huuusss berani beraninya kamu melecehkan kitab suci dan agamaku, dasar buto kafir!! sudah sekarang aku mau tahu apa jawaban atas pertanyaanmu sendiri tentang dzikir bermakrifat itu"

cakil : "begini ya pak kyai, sebelum masuk ke makrifat maka akan aku jelaskan dulu tingkatan dzikir dibawahnya yang pertama adalah dzikir secara syar'i dulu yaitu menyebut asma tuhan dengan jumlah tertentu sesuai tuntunan nabimu, atau juga dengan jumlah tertentu yg tidak dicontohkan nabimu juga tidak apa2 asal niatnya baik"

kyai : "terusss??"

cakil : "lalu yg kedua adalah dzikir tarekat, yaitu menyebut asma tuhan sebanyak banyaknya tanpa hitungan hingga menjadikan jiwa2 manusia yg berdzikir itu tenang dan damai, lalu yang ketiga adalah dzikir hakekat yaitu mengambil hikmah dari segala ciptaanNya, didalam segala ciptaaNya termasuk aku yg jelek ini terbersit asma2Nya, lihat dan rasakan itu maka kamu telah berdzikir secara hakekat, apabila kamu hanya berpatokan pada jumlah saja, maka kamu hanya bisa bersyariat saja tapi masih jauh dari yg dinamakan makrifat"

kyai : "terserah apa katamu, yg penting aku hanya menjalankan tuntunan nabiku tanpa merubah sedikitpun dari beliau, apabila diperdengarkan ayat2 tuhanku maka tunduk dan takluklah, kalau tidak mau tunduk dan takluk ya bakalan masuk neraka, o iya kamu belum menjawab pertanyaanmu sendiri tentang dzikir bermakrifat itu"

cakil : "huahahahah itulah bedanya manusia kebanyakan dan buto sepertiku, kamu sebagai wakil dari kebanyakan manusia hanya beragama karena ikut2an lebih2 takut ancaman masuk neraka, maka yg kamu bisa adalah mengutip ayat secara tersurat tapi sedikit tahu yg tersirat, itu disebabkan pemahaman kamu tentang agama hanya bisa tunduk takluk dan terkurung masa lalu, ini lain dengan agamaku sebagai buto, aku belajar tentang kejahatan dari mbah iblis dan belajar kebaikan dari para orang2 suci termasuk nabimu itu, aku bisa melihat di kegelapan malam dan terangnya siang, maka dengan mudahnya aku menggoda manusia yg hanya belajar di kegelapan saja atau terang benderang saja, aku belajar tanpa rasa takut terhadap ancaman apapun termasuk nerakanya simbahmu itu, maka dari itu aku bisa menerangkan sedikit tentang makrifat kepadamu, apabila kamu masih terkurung pada kitab dan agamamu maka mustahil kamu bisa bermakrifat dan mengalahkankan godaanku itu"

kyai : "yah kamu boleh sombong tidak takut neraka, tapi kelak diakhirat kamu akan tahu akibatnya"

cakil : "huahahahahah kamu ini kyai yg lucu, jelaslah aku ini sejenis buto tentu saja sombong dan jahat serta kafir pula, tapi aku sombong dan jahat itu dimaksudkan supaya kamu tidak mengikutiku dan menjadi orang yg rendah hati yg bersyukur, tentu saja aku tidak takut neraka wong hakekat neraka bagi ahli makrifat itu tidak ada, orang yg makrifat yakin betul rahman dan rahimNya itu tanpa batas maka neraka itu tidak ada, yang ada adalah surga tanpa batas"

kyai : "huuusss berani2nya bilang neraka tidak ada, bagaimana dengan nama2 neraka di kitab suciku seperti jahanam, jahiim, huthomah, saqar, wail dsb itu? apa kamu pikir itu isapan jempol belaka?"

cakil : "huahahahahahah bolehkah aku ketawa sombong dulu.....huahahahahaha....kamu ini seperti anak kecil aja yg ketakutan ditakut takuti kalo suka rewel, ya seperti itulah keimanan kamu itu, asal kamu tahu aja, manusia masuk neraka itu karena kesalahannya sendiri, sejak didunia manusia sudah menciptakan nerakanya sendiri seperti memelihara nafsu amarah, suka merugikan orang lain, pendendam, serakah dsb, kamu pikir enak yah hidup sebagai pemarah yg benci terhadap orang2 yg kamu cap kafir itu? itulah nerakamu yaitu sifat pembencimu itu, coba kalau dibikin enak dan santai maka kamu akan bisa mengambil hikmah dan manfaat dari orang2 yg kamu anggap kafir itu, maka inilah ciri orang yg bermakrifat"

kyai : "lha kan di kitabku tertulis bahwa tuhan membenci orang2 yg kafir dan juga murka kepada mereka"

cakil : "huahahahahaha..........boooss kyai, ente dapat pemahaman dari mana kalau tuhan membenci ciptaanNya? kamu pikir Tuhan menciptakan orang2 yg kamu anggap kafir untuk Dia benci? yg menjadi kata kitab sucimu yg mengatakan tuhan benci itukan bermaksud membahasakan bahasa tuhan ke bahasa manusia yg dimaksud adalah kalau berbuat jahat maka akan jauh dari sifat2 ketuhanan,lagian kalo tuhan bener2 benci sekarang pun sudah memasukkan setan dan kawan2 kedalam neraka paling dalam, tapi nyatanya kami masih enjoy2 aja tuh, masih bisa makan minum dan menggoda manusia dengan enak, baik dan jahat itu semua ciptaan tuhan dan punya fungsi masing2 yg menjadi bagian alam semesta ini, maka berpikir dan pahamilah alam semesta ini secara menyeluruh menjadi satu kesatuan kesetimbangan dan gotong royong yg luar biasa, tidak sepotong sepotong atau bersikap anti, maka pemahaman yg menyeluruh lintas ruang waktu baik jahat adalah ciri dari bermakrifat"

kyai : "terserah apa katamu itu, kamu ini setan dan kamu ini pembohong besar, aku tidak akan pernah mengikutimu"

cakil : "hihihihi........aku ini memang buto yg suka menggoda manusia utk berbuat jahat dan aku memang setan, aku memang pembohong dan benar bahwasanya aku memang tidak patut untuk dicontoh, tapi aku jujur mengakui kalo aku ini jahat dan kafir, bandingkan dengan manusia yg mengaku alim taat beragama tapi perilaku dibelakangnya jahat melebihi setan, aku berbuat jahat karena panggilan darma sebagai penguji manusia, sedangkan manusia yg kesetanan berbuat jahat karena demi menuruti hawa nafsunya sendiri, mana yg kelihatannya enak dan menguntungkan maka itulah yg dituruti tidak peduli akan merugikan pihak lain, kamu pikir mana yg lebih jahat antara setan yg ngaku jahat tapi jahat dengan manusia yg katanya mulia yg mengaku baik, alim taat beragama tapi dibelakangnya sangat jahat bahkan melebihi setan?"

kyai : "yayayayaya....aku ngaku kalah, emmag selama ini aku hanya berpedoman pada kitab suciku semata secara tersurat, kamu ini memang setan yg berpengetahuan luas, bahkan aku malu mengakui diriku harus belajar lagi"

cakil : "huahahahah kamu emang berani mengakui kalo kamu barusan kalah berdebat dengan buto jelek dan kafir ini dihadapan santri2mu yg ribuan itu? kamu emang paling jago kalo ngaku benar, tapi penakut kalo ngaku salah dihadapan orang2 yg berseberangan denganmu, apa ini yg dicontohkan oleh nabimu itu? padahal juga salah satu ciri bermakrifat adalah mengakui kesalahan sendiri dan membenarkan pendapat orang lain dalam arti lebih melihat kedalam diri utk melihat hikmah diluar diri kita atau mulat sarira"

kyai : "iya mbah cakil saya memang khilaf, bolehkah saya belajar ilmu makrifat dari mbah cakil ini?"

cakil : "huahahahah karena kamu sudah mengaku salah, maka aku akan menjelaskan apa makna dari dzikir bermakrifat itu, aku hanya bisa mengumpamakan apabila berdzikir secara hakekat itu ibarat mengambil manfaat dari terangnya sinar lentera, maka bermakrifat itu ibarat menjadi lenteranya yg menjadi sumber cahaya dari kehidupannya sendiri serta bagi orang lain, kalau memakai bahasa kejawen adalah jumeneng kalawan pribadi, kalau bahasa arabnya adalah qiyamuhu binafsihi, terserah kamu suka istilah yg mana bebas saja"

kyai : "lalu apa yg harus saya lakukan untuk bisa menjadi lentera bagi diri saya sendiri dan orang lain mbah buto?"

cakil : "huahahahahahahah berat sekali cah bagus, kamu harus melepas surbanmu yg segede ban vespa itu lalu kamu cukur gundul rambut serta jenggot panjangmu itu, kamu juga harus melepas semua pakaianmu hingga telanjang bulat lalu mandilah di mata air kehidupanmu sendiri untuk membersihkan segala ego yg mengotori dirimu yg disebabkan oleh pakaian, surban serta gelarmu itu, percayalah bahwa pakaian jubah, surban, gelar dan jenggotmu itu hanya menjadi kotoran bagi hatimu karena menjadikannya sebagai aksesoris belaka supaya dianggap alim dan taat beragama"

kyai : "baiklah akan saya lakukan itu sebisa saya, lalu kalo boleh saya tahu apa makna makrifat yg sebenarnya mbah buto?"

cakil : "huahahahah aku hanya tahu sedikit cah bagus, maka yg bertanya barangkali lebih makrifat dari yg ditanya"
LANJUTKAN MENYIMAK.....

Saturday, July 17, 2010

Sakti Tanpa Aji



Sebenarnya ini adalah ungkapan Sosrokartanan yg lengkapnya adalah "menang tanpa ngasorake, sugih tanpa bandha, sekti tanpa aji, nglurug tanpa bala" tapi saya kemas menjadi sebuah dialog yg imajinatif bersetting di republik buto.

Pada suatu ketika ada seorang lelaki setengah baya yg berprofesi sebagai paranormal di kampung baru pulang dari hutan sehabis bertapa, sebenarnya dia adalah seorang pria baik tapi karena dia terlalu hobi berburu ilmu kesaktian maka terjerumuslah dia kedalam kesombongan, ya lelaki itu bernama Karman. Karman tampak lelah berjalan kaki dan ingin beristirahat di sebuah pos ronda, tapi di pos ronda itu sudah seorang yg tertidur pulas, saking pulasnya sehingga Karman menggoyang goyang tubuh orang itu tetap saja tidak bangun, maka habis kesabaran Karman dan membentak dengan dilambari ajian yg dimilikinya, kontan saja Noto si pemuda yg tertidur itu terpental jatuh ditanah, maka Karman pun tertawa puas.

Noto : "aduuuuuh siapa anda kok ngagetin saya sedang tidur aja, apa tidak ada cara yg lebih baik membangunkan orang lagi tidur selain dibentak?"

Karman : "huahahahah......kamu ini dasar pemalas, ngapain siang2 tidur di pos ronda, aku sudah berusaha ngebangunin kamu tapi kamu malah semakin pulas tidurnya, ya udah aku pake aji Gelap Ngampar andalanku sedikit saja, sebab kalo kebanyakan bisa modar kamu....huahahahah...siapa namamu?"

Noto : "nama saya Noto pak, kalo boleh tahu siapa bapak ini? kelihatannya bukan orang sembarangan"

Karman : "nih kenalin namaku Karman paranormal kondang di kota ini, aku baru saja bertapa di hutan utk menyempurnakan ilmu kesaktian yg aku miliki dan aku membangunkan kamu supaya tidak bermalas malasan di pos ronda, contohlah aku ini yg giat memburu ilmu dari pesantren ke pesantren, dari paranormal ke paranormal, bertapa dari gunung ke gunung pokoknya tidak ada kata malas utk mempelajari ilmu2 kesaktian"

Noto : "kalo boleh tahu untuk apa ilmu2 kesaktian yg panjenengan miliki?"

Karman : "yaaaa untuk mencari nafkah sebagai paranormal, dari mengobati orang sakit hingga pawang hujan semua aku bisa bahkan menyantet orang kalo aku mau pun bisa"

Noto : "hhmmm apa untuk menjadi sakti harus bertapa ke gunung2 atau berguru ke kyai2 di pesantren?"

Karman : "tentu saja begitu guwoblok!, apa kamu pikir ilmu kesaktian itu datangnya instan tanpa diasah langsung tiba2 menjadi sakti, kalo tidak mau bertapa dan berguru ya udah jadi pengangguran aja kayak kamu yg siang2 gini malah tidur"

Noto : "saya tadi ketiduran disini, lagipula siapa yg melarang siang2 tidur?"

karman : "huahahahahah pinter ngeles kamu, begini ya cah bagus, kalo kamu ingin sakti kayak aku maka aku tidak segan2 mengajari kamu satu dua ilmu kesaktianku tapi syaratnya berat, kamu harus kuat berpuasa"

Noto : "waduh makasih pak, tapi saya tidak berminat, saya hanya ingin sakti tanpa aji, bisakah itu?"

Karman : "mana bisa begitu? kalo mau sakti ya harus tirakat berpuasa wirid amalan dengan jumlah tertentu"

Noto : "kalo menurut saya bisa saja itu terjadi, kalo kesadaran kita sudah mencapai kesadaran kosmis bahkan kesadaran illahi maka semua aji2 itu tidak ada artinya"

Karman : "dasar ngeyel!, dikasih ilmu malah nolak, perlu kamu ketahui untuk menjadi sakti ya harus menggunakan aji2, hizib, asmak dan lain lain, apa kamu pikir hanya dengan tidur bermalas malasan lalu tiba2 sakti?"

Noto : "hhhmmm bukan begitu maksud saya, tapi aji2 itu tidak mutlak dibutuhkan apalagi itu hanya ilmu kanoman yg hanya dikulit dan mudah luntur"

Karman : "sembrono kamu!, ilmu2 yg aku miliki itu sangat ampuh dan sakti, dengan ilmu2 ku aku bisa menaklukkan ribuan jin, menembus bumi lapis tujuh dan langit lapis tujuh dengan sukmaku, bahkan aku bisa menghilang dari pandangan mata dan mendatangkan dan menindahkan awan dalam waktu singkat karena ilmuku ilmu kasepuhan yg sangat ampuh"

Noto : "tetap saja seampuh apapun ilmu panjenengan tetap saja itu ilmu kanoman karena masih menggunakan rapalan2 walaupun katanya panjenengan sudah bisa berkelana ke penjuru langit dan bumi, sebab ilmu kasepuhan itu bukan ilmu kesaktian"

Karman : "huahahahaha dasar kamu cuman bisa omong kosong, kamu belum pernah melihat dalamnya bumi dan tingginya langit, kamu belum pernah berjumpa malaikat2 dilangit yg selalu berdzikir kepadaNya, ketika berdialog dengan mereka tidak pernah tuh mereka membicarakan kesadaran kosmis, lalu menurut kamu ilmu kasepuhan itu apa?"

Noto : "ilmu kasepuhan menurut saya adalah dasar dari semua ilmu dan paripurna dari ilmu itu juga yaitu sangkan paraning dumadi, apabila sebelum alam semesta ini diciptakan maka dimanakah kita dan sesudah kita mati maka kemanakah kita? apabila sudah tercapai simpul awal akhir maka ilmu kita sudah sepuh atau kasepuhan"

Karman : "huahahahah sok tahu kamu, kalo cuman pertanyaan itu anak kecilpun bisa menjawab, sebelum alam semesta ini diciptakan maka hanya ada Tuhan dan setelah kita mati ya di alam kubur menanti kiamat tiba"

Noto : "jawaban panjenengan tidak salah kalo hanya sebatas membaca atau katanya pak kyai atau katanya kitab suci, tapi apakah panjenengan bisa membuktikan itu? bahkan dengan ilmu kesaktian yg dipunyai sekalipun"

Karman : "heemmmm kalo asal usul alam semesta aku tidak bisa membuktikan tapi kalo arwah orang mati di alam kubur aku sering melihatnya"

Noto : 'yang panjenengan lihat di alam kubur itu adalah menurut sudut pandang panjenengan sendiri dan bisa jadi sensasi tiap orang beda2, yang aku tanya adalah kemanakah kita? bukan kemanakah arwah kita"

Karman : "dasar goblok ya sama saja pertanyaannya, lalu menurut kamu jawabannya apa?

Noto : "hhhmmm sebelumnya saya mohon maaf bukan bermaksud sok tahu, yg panjenengan lihat itu adalah perwujudan amal manusia sedangkan kita atau aku itu tidak kemana mana tapi ada dimana mana, aku bisa saja ada disini, aku disana, aku di langit, aku dibumi pada hakekatnya tetap sama yaitu Urip/hidup, pada hakekatnya juga hidup itu abadi tanpa mati yg ada adalah berpindah alam saja dari dunia ke kubur ke akhirat"

Karman : "huahahahaha aku tidak butuh paham tentang sangkan paraning dumadi, yang penting sholat 5 waktu, tiap malam tahajjud dilanjutkan dzikir asmaa'ul husna 11000 kali tidak kurang dan tidak lebih sudah beres dijamin berpahala"

Noto : "wah lelaku panjnengan yg sholat tahajjud itu baik sekali pak, juga dzikirnya yg 11000 kali itu tapi itu semua tidak menjamin berpahala apabila masih ada kemauan lain selain kepadaNya misalnya untuk mendapat kesaktian"

Karman : "huss tentu saja berpahala wong aku aja dapat amalan itu dari kyai sepuh supaya kesaktianku bisa lestari dan bertambah juga akan menghadirkan ribuan khodam dari golongan malaikat untuk kita perintah apa saja selain berbuat dosa"

Noto : "amalannya tidak salah tapi yg salah adalah niatnya, buat apa dzikir ribuan kali tahajjud puluhan rokaat tapi hanya untuk kesaktian, lalu apakah masih berfaedah apabila dzikirnya tidak pas 11000 kali tapi hanya 10000 kali atau 12000 kali? buat apa kita menghitung hitung amal dan dzikir kita? sebelum belajar ilmu kesaktian maka belajarlah dulu berniat yg lurus terhadap semua amal ibadah kita"

Karman : "kamu bisa saja omong begitu tapi aku sudah membuktikannya dengan didatangi ribuan malaikat berbaju dan bersurban putih ketika berdzikir dan mereka siap membantu apa saja keperluanku ketika aku butuhkan, sekarang kamu mau menyangkal apa?"

Noto : "malaikat itu adalah derivate dari kekuasaan Tuhan dan istilah itu hanya ada di agama2 dari timur tengah sedangkan dari india tidak mengenal malaikat yang ada adalah dewa2, ketika didatangi mereka bukan berarti itu benar2 malaikat bisa jadi makhluk lain, tidak ada jaminan kita bisa memastikan itu malaikat atau bukan, apabila kita suka berhitung hitung terhadap amal kita maka yg datang juga makhluk dengan hitungan juga dan terbatas kemampuannya, ibarat bersedekah maka seikhlasnya tidak dihitung dengan jumlah tertentu apalagi mengharap balik modal, begitu juga dengan berdzikir"

karman : "huahahahah itu namanya ilmu hikmah, jangan sok menasehati aku, aku ini lebih tua dari kamu tentu saja aku lebih berpengalaman, lalu kamu pikir dengan berdzikir tanpa jumlah bisa mendatangkan kesaktian? coba pikirkan itu"

noto : "ilmu hikmah itu adalah ilmu mengambil hakekat dari sebuah peristiwa, tidak harus dzikir dengan jumlah tertentu, bahkan apabila dipaksakan harus begitu maka bisa jadi tidak ada hikmah apapun yg kita dapatkan, dulu asalnya ilmu2 itu dipelajari oleh para ahli tasawuf sekaligus ilmuwan yg sudah benar2 zuhud, bedanya ilmu hikmah dan sains adalah yg mempraktekkan ilmu hikmah tidak memeperoleh hasil yg sama alias tidak ada ukuran keberhasilannya, sedangkan ilmu sains itu ada ukurannya, jadi buat apa menghitung hitung kalo tidak ada ukuran keberhasilannya, satu kalimat takbir dari nabi bisa jauh lebih dahsyat dibanding jutaan kalimat takbir orang biasa, karena nabi itu ikhlas sedangkan orang biasa kebanyakan kurang ikhlas"

karman : "sudah gini aja, sekarang giliran aku tanya, ketika malam aku bertahajjud dan berdzikir maka kamu sedang apa?"

Noto : "tidur"

karman : "huahahaha masih mendingan aku yg tahajjud sedangkan kamu tidur, wong bisanya cuman tidur kok mau adu kepandaian dengan aku yg sudah nyantrik ke kyai2 kondang"

Noto : "ketika panjenengan tahajjud dan dzikir mengharapkan khodam maka aku menidurkan badan menyadarkan akan sejatining urip atau turu eling atau berlatih urip sakjroning mati, maka itulah lelakuku, aku berdzikir tidak memakai hitungan dan tidak berharap apapun, yg ada adalah ikhlas seikhlas ikhlasnya bahkan ketika kata2 tidak lagi bisa menjangkau"

Karman : "ikhlas??? emang kamu tahu apa itu ikhlas? kalau kita beribadah jelas ada maunya paling tidak berharap pahala dan masuk surga juga ridhoNya, bohong kalau kamu berkata tidak berharap apapun, apa kamu tidak mau masuk surga? dasar edan!"

Noto : "saya memang tidak tahu persis ikhlas itu yg seperti bagaimana, tapi akan saya coba ibaratkan ikhlas itu seperti bilangan nol"

Karman : "maksudnya??"

Noto : "ketika kita beramal maka diumpamakan seperti bilangan, bilangan itu kita pangkat nol yaitu ikhlas maka ketemunya adalah 1 yaitu tujuan kita, ketika bilangan itu dibagi nol ya ikhlas juga maka ketemunya adalah tak terhingga, nah tak terhingga itulah hasilnya yang jauh lebih besar dibanding satu trilyun pangkat satu trilyun, tidak masalah walau hanya satu kalimat tapi ikhlas maka hasilnya tak terhingga juga, maka itulah rahasia dari karomah wali dan mukzizat nabi bukan dari jumlah khodam yg mendampingi ataupun jumlah amalannya"

Karman : "jadi maksud kamu semua ilmu dan aji2 yg aku peroleh dengan susah payah tidak berarti sama sekali begitukah?"

Noto : "bukan begitu, semua itu ada hikmahnya, semua ilmu yg panjenengan dapatkan pasti ada manfaatnya dan syukurilah itu, yg salah adalah nafsu kita yg selalu merasa kurang dan haus tanpa pernah puas utk mendapatkan yg kita inginkan apalagi ditambah tidak mau kalah dengan teman2 kita yg dirasa lebih sakti, apabila kita begitu maka kita menjadi miskin kesaktian walaupun punya puluhan ajian, hizib dan asmak sekalipun"

Karman : "yaaa aku ngaku khilaf sebab kalo tidak begitu aku merasa malu dengan teman2 sesama paranormal lagi pula untuk menjaga diri apabila diserang musuh, lalu apa yg harus aku lakukan supaya aku bisa kaya akan kesaktian"

Noto : "kalo menurut saya satu ajian saja sudah cukup, bahkan tanpa ajian pun tidak masalah sebab apabila kita sepuh dengan ilmu kasepuhan dan ikhlas maka hasilnya menjadi tak terhingga"

Karman : "jadi begitu yah, lalu ikhlas itu prakteknya seperti bagaimana supaya aku bisa sakti tanpa aji"

Noto : "salah satu pengertian ikhlas adalah merasa tidak punya apa2 bahkan tidak punya rasa milik, tidak berdaya apa2, tidak berilmu apa2, tidak berhikmah apa2 bahkan tidak berwujud apa2, maka kesadaran kita telah menyambung ke Urip sejati yg sejatining ora ana apa2 dan masuk ke semesta tan kena kinaya ngapa atau tidak terdefinisi, sejatining ora ana apa2 itu adalah teleng/pusat rahsa dilanjutkan dengan kesaksian "kejaba sing kandha/kecuali yg berkata/bersaksi" yang merupakan jumeneng kalawan pribadi, sedangkan jumeneng kalawan pribadi itu istilah arabnya adalah qiyamuhu binafsihi atau berdiri dengan sendirinya tanpa bergantung dengan aji2, harta, tahta dan pihak2 lain"

Karman : "waduh kok jadi bingung aku"

Noto : "pak Karman, semua itu memang tidak mudah dicapai, tapi bisa dimulai dengan belajar urip sakjroning mati, caranya adalah dengan turu eling, ketika kita tidur maka yg tidur adalah badan kita sedangkan ruh kita tetap Urip dan sadar, apabila sedang tidur saja tetap sadar apalagi ketika terjaga maka tentu lebih sadar dan Urip, lalu belajarlah mengambil hikmah yg paling kecil hingga yg paling besar, hikmah sekecil apapun ketika disyukuri maka akan menjadi besar, lalu belajarlah utk mati sakjroning urip atau menafikan segala hak milik serta ego kita, ego itu ibarat dinding penghalang kita utk mencapai semesta tan kena kinaya ngapa, lalu yg terakhir adalah bersabarlah, tanpa kesabaran maka akan buyar semuanya, itulah rahasia dari menang tanpa ngasorake, sugih tanpa bandha, sekti tanpa aji dan nglurug tanpa bala"
LANJUTKAN MENYIMAK.....

Wednesday, January 27, 2010

Semar Ngejawantah Cipta Rasa Karsa


Ing sawijining dina Tono lan Noto anduweni pepinginan tetepungan karo Kaki Semar dhanyange tanah Jawa, kanggo nyengkuyung rencana kuwi Noto wis laku tirakat kang ora entheng yaiku nyuda mangan lan turu, ananging sing tirakatan gur Noto, lha Tono malah enak2an mangan turu, pancen dhasar tukang mangan lan turu. Pas dina candhake, nom noman loro kuwi banjur sila methekel lan tangane gandhengan, Noto kethok tumemen anggone ning cipta sanajan Tono mung gur iso merem karo ngalamun diajeng Ngatemi. Mangkono Tono isih kepenak penake ngalamun Ngatemi, ujug2 sukmane krasa ditarik lan mabur tumuju cahya putih banjur mebu ing sakjerone cahya kuwi. Noto sing bareng2 ngoncat sukmane karo dheweke banjur ngomong "kowe ojo wedi, awake dhewe lagi tumuju ing ngalam Sunyaruri papan dhununge mbah Kaki Semar" banjur kalorone sukmane nom2an mau weruh wong tuwa lemu kang wis ketok sepuh banget lungguh ing dhuwure watu gedhene sak lemari, banjur kalorone marani tumuju marang wong tuwa kasebut lan lungguh banjur uluk salam


Noto : "salam taklim katur dumatheng mbah kaki Semar, mugi2 tansah diparingi karahayon lan karaharjan"

Semar : "weee lhadalah wong tuwa elek kaya aku ketekan putra wayah, ana apa anggerku cah bagus, ketoke ana babagan kang wigati saengga sudi nekani pepundhene nang kene iki"

Noto : "injih leres mekaten mbah, kawula lan sedherek kembar kula namung badhe silaturahim lan nyuwun pepadhang babagan gesang ing ngalam mayapada supados slamet donya lan ing ngalam kalanggengan"

Semar : "yoh nek ngono tak tampa anggonmu ngabekti marang pepundhenmu iki, saiki sira kalorone arep takon babagan apa cah bagus?"

Tono : "anu mbah....buleh nggak nanya nomer togel....eh iya nggo basa jawa ding....anu mbah aku duwe kekarepan ben sugih cepet ora nganggo suwe, kepenake nganggo aji2 apa ya mbah, nek iso njenengan mbok menehi aku lan sedulurku iki ngelmu sing uammpuh lan tokcer bin cespleng..."

Noto : "huuusss ojo kuwanen kowe, dijaga anggonmu le omong, eling Ton ning ngarepmu kuwi pepundhene tanah Jowo sing ngemong para ratu ing tanah Jowo iki"

Tono : "lha luputku apa? lha wong rak yo padha nek matur karo simbahe dhewe to? lha karo simbah ki aku ra tahu basa je...hihihihi...rak nggih mekaten to mbah kaki?"

Semar : "heheheheheh.....bener kandhamu cah bagus, kowe ora usah sungkan marang pepundhenmu iki, amarga aku luwih seneng marang putra wayahku sing ora basa nanging asring tilik marang leluhure tinimbang sing basane mlipit ananging gur tilik leluhure utawa wong tuwane gur setahun sepisan kuwi ya pas riyaya wae....o iya ngger sapa jenengmu?"

Noto : "kula Noto mbah, lha kembaran kula niki naminipun Tono, kawula tuwin Tono nyuwung agunging pangaksami bilih anggenipun kula mriki namung damel simbah mboten sekeca dumatheng manah amargi tutur kula ugi Tono mboten ngangge unggah ungguh lan sembrono dumatheng simbah"

Semar : "ora papa ngger, wis ditiliki putra waya wae aku wis seneng, saiki sira arep takon apa? muga2 aku isa menehi pepadhang"

Noto : "menika mbah, gesang ing ngalam donya menika betah sangu ingkang cekap kangge dibekta ing ngalam kalanggengan, lha kula lan Tono badhe nyuwun pepadhang dumatheng simbah, sangunipun menika napa? napa nggih namung cekap ngibadah ananging ngibadah kula taksih rumaos kirang lan dereng cekap"

Semar : "oalaaah ngono ta? yoh nek ngono tak wenehi pitutur muga2 isa ditampa kanthi manah kang jembar.....ngene ya ngger, ngibadah kuwi namung sak jabane kulit, dadi anggonmu sholat, pasa, lan liya2ne sing kok lakoni ing agama sing kok rasuk kuwi uger sarana supaya sira enggal2 ketemu Gustimu, agama ageming aji, kuwi anduweni arti agama utawa dharma kudu dirumat kaya dene klambi, klambi kuwi tegese sing dienggo sarana kanggo nutupi kulit, dadi klambimu kuwi iso kok apiki sak apik apike ananging isine ya kuwi awakmu tetep wae ajeg amarga anggonmu ngibadah ora khusyuk utawa ora nganggo ning cipta"

Noto : "lajeng kados pundi mbah supados ngibadah menika saget khusyuk?"

Semar : "ngene ya ngger, kabeh kuwi aseline ora cukup namung cipta wae, nanging ya butuh rasa lan karsa, aku precaya sira wis khusyuk anggone ngibadah sacara cipta, nanging uga durung mesthi isa khusyuk sacara rasa lan karsa"

Tono : "sik..sik...mbah sing jenenge cipta, rasa lan karsa kuwi tegese apa mbah?, jan jane aku ya tahu krungu saka panjlentrehane si Noto nanging durung patiha dong dadi malah blong....hihihihi"

Semar : "cipta kuwi kaya dene sila methekel kaya sing kok lakoni ben isa mlebu ing ngalam kene, cipta kuwi kaya dene ngelmu aji aji, dadi gampange cipta kuwi "nggambar" ing pikiran lan anduweni daya, punjere cipta kuwi mapane ana ing antarane alis tengen lan kiwa, kuwi mau panjlentrehan cipta sacara gampang"

Noto : "menawi mekaten, menapa wonten sesambungane antawis cipta lan rasa lan ugi karsa?"

Semar : "mengko siki angger, aja kesusu, sing wigati cobanen pituturku iki dirasakake kanthi manahmu sing paling jero ben isa mudheng, lha saiki tegese rahsa kuwi rasa pangrasa, contone menawa sira dilarani karo uwong liya terus kepiye atimu ngger?"

Tono : "waduh nek kuwi uwonge wis tak mutilasi ben kapok"

Noto : "menawi manut ingkang kula raosaken nggih lara manah kula mbah, nanging mboten ngangge rasa kepingin mutilasi kados Tono"

Semar : "heheheheh, kuwi namung tataran rasa thok dudu rasa pangrasa, rahsa utawi rasa pangrasa iku rasa sakjerone rasa, rasa ing tataran kulit ya kaya sing di rasakke Tono kepingin mutilasi, ananging kuwi uger isih nang kulit utawa nganggo caramu yaiku "emosi sesaat" ingkang jumbuh namung sedhilit, rahsa sakbenere iku jumbuhe terus ana ing sakjerone atimu amarga sliramu wing mudheng sing dikarepke sing gawe urip"

Tono : "ih simbah lebay deh....pake bahasa yg gaul dikit napa mbah? maksud loch gimana? eh.....nganggo basa jawa ding...hihihihi...kepiye maksude mbah, aku ki wong bodho je dadi ora dong"

Semar : "heheheheh...ora papa ngger nganggo basa sak senengmu, simbah ya seneng gojek lho....heheheheh....menawa nganggo basa sing gampang rahsa iku hakekat, srana kanggo ben isa ngrasakake sing jenenge rahsa iku butuh sing jenenge "pengorbanan", lha apa sing dikorbanke?  ya awakmu dhewe lan uripmu sing sedhilit, dadi tegese kanggo nggayuh rahsa sejati kuwi ora gampang, contone, ana uwong kang sikile tugel lan dadi buntung amarga katemah cilaka ing dalan keplindes mobil, lha saka sikil buntung kuwi dheweke dadi asring nyepi dhewe ana ing kamar maneges dumatheng Gusti, suwi saka suwi dheweke mudheng kena apa kok sikile buntung lan nggawe sikil gaweyan kanggo nulungi wong buntung liyane, iki sing jenenge mudheng apa sing dikarepke gawe urip lan iki mau sing diarani rahsa"

Noto : "menika ingkang dipun criyosaken simbah rak nggih rahsa ingkang awrat utawi betah pangorbanan ingkang ageng, menawi conto rahsa ingkang entheng kepripun mbah?"

Semar : "heheheheh...bener sing dadi pangujarmu ngger, conto rahsa ingkang gampang yaiku menawa sira dilarani atine karo uwong liya, menawa atimu isa tatag lan sabar sukur2 ndongakke kabecikan marang uwong sing nglarani mau tegese sira wis jumbuh rahsane, dadi rahsa iku ya gampang ya angel, gampang menawa sira naduweni kaweruhan kang sarwa apik, angel menawa kaweruhan sira sarwa ala"

Tono : "lha nek ngono ben tak buntungi wae tangan lan sikilku ben isa nggayuh rahsa sing gedhe, rak ngono to mbah....hihihihihi"

Semar : "ora ngono kuwi tegese angger cah bagus, contoku kuwi menawa sira entuk pacoban, kamangka pacoban kuwi anugrah saka Gusti supaya isa nggayuh rasa pangrasa kang sakbenere, sira kudu ngerti pacoban kuwi isa arupa bebendhu lan kamulyan, pacoban arupa kamulyan iku luwih angel luluse tinimbang kang awujud bebendhu, pramila simbah dhek jaman kabuyutan mbiyen ngripta maneka werna lelaku awujud tapa ngeli, tapa pendhem, tapa ngalong lan sak panunggale, tapa ngeli tegese urip iku kudu isa melu lakune banyu bening kaline awake dhewe, kabeh banyu bening iku tumuju samuderaning ngelmune Gusti, tapa pendhem duwe teges urip iku aja lali marang asale, amarga asale manungsa saka lemah lan kudune ya nyawiji karo asale mau kasebut, uga lemah iku dhununge ana ngisor anduweni teges menungsa kudhu duwe watak andhap asor, tapa ngalong tegese manungsa iku uripe gumantung marang wit panguripan, wit panguripan iku asale saka wetan utawa wiwitan, wiwitan iku kang diarani sing paling wiwit saka urip yaiku Gusti, iki kang diarani sangkan paraning dumadi"

Noto : "lajeng menawi sakniki kok kathah ingkang lelaku tapa tapa ingkang dijlentrehaken simbah namung kangge nggayuh ngelmu kasekten, menika luput napa mboten mbah?"

Semar : "aku ora isa ngarani iki bener kae luput, amarga kabeh kuwi gumantung marang niyate, jaman mbiyen simbah ngripta lelaku lelaku mau niyate kanggo nyedhakake marang Gusti, amarga lelaku sing tak jlentrehake mau wis klebu sing diarani olah cipta lan rahsa, cipta wening pikiran lan rahsa ngrasakake abote laku kanthi manah kang tatag lan sabar uga sukur, menawa sira isa nggathukake cipta wening lan rahsa kanthi sampurna, sira patut sinebut lelananging jagat kaya dene Arjuna"

Tono : "hihihi...lelananging jagat....hmmm...ketoke aku wis memper karo Arjuna....muga2 mripate Ngatemi delok aku kaya delok Arjuna.....lha terus sing diarani karsa iku apa mbah?"

Semar : "karsa iku tumindhak utawa isa sinebut kekarepan, kekarepan kang ditindhakake iku kang diarani karsa, menawa ing jagat pewayangan karsa iku maujud ing wayang Werkudara, nalika Sembadra kepingin nurunake ratu saka Arjuna, Sembadra banjur adus ing kali Serayu utawa sir rahayu kang tuke saka tuk Bimalukar ing Dieng kana, Sembadra kang ngandhut cipta rahsane Arjuna banjur di adusi nganggo karsane Werkudara yaiku kali Serayu lan mangkono lair jabang bayine diarani Abimanyu utawa Bimanyu utawa anake Bima"

Tono : "waduh dadi Sembadra selingkuh karo Bima.....nek aku dadi Arjuna iso tak mutilasi si Bima sanajan kangmas ku dhewe....."

Semar : "iki dudu ngrembug babagan perkara urip menungsa, elinga ngger, wayang iku pralambang watak2 ing sakjeroning manungsa, dadi Abimanyu iku pralambang cipta, rahsa lan karsane pendhawa senajan Abimanyu gugur ing Barathayudha nanging nurunake ratu kang asmane Parikesit"

Noto : "banjur menapa sebatanipun gumolonge cipta rahsa lan karsa menika mbah"

Semar : "cipta rahsa lan karsa dadi siji iku kang sinebut Triwikrama, Prabu Kresa Triwikrama dadi buta, Prabu Puntadewa triwikrama ya dadi buta kang asmane dewa Amral, namung simbah kang triwikrama dadi dewa amarga simbah iki pralambang bathok bolu isi madu tegese sanajan ala nanging duwe isi kabecikan kang sakbenere, mula ta ngger sak becik becike uripmu kuwi bisaa migunani marang wong liya, sira isa duwe watak kaya dewa nanging menawa ora isa ngejawantah watakmu kuwi mila menawa sira Triwikrama malah dadi buta"

Noto : "kula mangertos mbah, lajeng pawujudipun triwikrama menika kangge tiyang limrah menika napa mbah?"

Semar : "Triwikrama kang awujud buta utawa dewa iku uger ana ing pewayangan ngger, sing baku Triwikrama iku malah ora ana apa apa, sejatine ora ana apa apa, ora ana wujud lan sejatine Gusti iku ora ana"

Tono : "lho kok simbah ngomong "sejatine Gusti iku ora ana" simbah mengko dicap kapir lho karo MUI....hihihihi"

Semar : "heheheheheh.....MUI iku urusane menungsa ing mayapada, ing Sunyaruri kene wis ora urusan karo babagan kapir utawa kapiran...sing tak karepke saka ukara "sejatine Gusti iku ora ana" ya Gusti miturut anggepanmu dhewe, ing ngalam sunyaruri kene duwe ateges awang uwung, ning no utawi neng ning nung nang, wewujudan wong tuwa elek lungguh nang watu ing ngarepmu iki uger wujud panganggepmu dhewe ngger, Semar iku tegese samar samar utawa antara ana lan ora, ana yen dianggep ana, ora yen dianggep ora ana, sejatine iku ora ana apa apa, sing ana sing kandha "ora ana apa apa", iki kang sinebut murwa kala, murwa kandha, murwa kala tegese mardhika saka "pakunjaran" wektu/kala, murwa kandha tegese tembung sak dhuwure tembung yaiku ora ana tembung. Dadi  Gusti iku uger sebutane cara manungsa, asline Gusti kang sejati iku dudu penganggepe manungsa, Gusti ya Gusti kang tan kena kinaya ngapa. Kabeh mau kuwi isa kok rasakake nalika sira Triwikrama utawa gumolonge cipta, rahsa lan karsa"

Tono : "wah dadi simbah ki ora ana to? waduh tiwas gentur tapa dadi buta mangan turu ya malah pungkasane nemu sing ora ana"

Semar : "heheheheheh....angger cah bagus Tono, sira iku asline ganteng ora elek kaya buta, sira rumangsa buta iku rak panganggepmu dhewe, aku seneng marang sira amarga sira omonge cablaka apa anane ora ana kang disingkeri, sing dadi pepundhene tanah Jawa ya sing dadi pamomong para ratu iku sakjane ya gumolonge cipta rahsa lan karsa utawa Triwikrama, panganggepe manungsa ing tanah Jawa saiki pepundhene mawujud wong tuwa wungkuk, elek, lemu kang arane Semar, elinga ngger Semar sejati kuwi ora ana apa apa, mula sira aja precaya ngono wae marang kang ngaku ngaku titisane Semar utawa kerawuhan Semar"

Noto : "sendika dhawuh mbah, kula lan Tono insya Allah nglakoni napa kang dadi pituture mbah kaki Semar, lajeng napa pitutur kang pungkasan mliginipun kangge kula lan Tono?"

Semar : "kanggo Tono, ngger atimu kuwi apik, omongmu cablaka apa anane, sanajan sira ora isa wening cipta kanthi apik nanging sira anduweni kaluwihan isa maca pralambang pralambang kanthi trawaca, mula iku dadi kanugrahanmu, menawa sira sukur marang kanugrahanmu mila sira isa nggayuh kang sira karepke kanthi cara kang sira ora isa bedhek. Lan kanggo sira Noto, sira uga duwe kanugrahan kang padha karo sedulurmu Tono, ananging sira isa wening cipta kanthi apik mila sira kudu luwih akeh rasa sukure supaya sira slamet anggone lumampah ing ngalam mayapada, pawelingku "kaluwihanmu kudu ndadekake lan tumuju marang kang sejati lan sejati kang duwe kaluwihan utawa jatikluwih"........."


LANJUTKAN MENYIMAK.....

Monday, January 18, 2010

Tuhu Apa Udhu


Tuhu itu asal kata dari "mituhu" yang artinya patuh atau bisa juga taat yang mengindikasikan ketaatan kepadaNya atau dengan kata lain khusyuk, sedangkan "udhu" ini menurut terjemahan bebas adalah duit buat taruhan di permainan judi sedangkan di artikel ini saya terjemahkan sebagai duit atau kekayaan. Nah sekarang saya akan menampilkan dua sisi yg berbeda antara tuhu dulu apa udhu dulu didalam berspiritual, monggo silahkan dipilih yg terbaik

Noto : "eh kemarin kan kamu yg ngeyel kalau mau khusyuk harus kaya dulu minimal sandang pangan papan terpenuhi secara minimal atau cukup, sedangkan nafsu manusia itu tidak ada cukupnya bahkan tidak ada standar yg baku cukup itu batasannya apa, lalu apa pendapatmu?"

Tono : "huahahahahah....jangan munafik lah siapa sih yg tidak mau kaya? kita aja sibuk ngurusin dollar, kalau duit itu sudah cukup yaaa minimal cukuplah maka rasa syukur kita akan bertambah dan semakin bisa menambah kekhusyukan kita, sedangkan standarnya ya merasa bahagia dengan yg kita dapat"

Noto : "lalu sampai seberapa duit yg akan kamu dapatkan sehingga bisa membuat kamu bahagia atau merasa cukup untuk khusyuk, kan tidak ada standarnya, apa ya sampai bisa membeli BMW seri 7 lalu kita bisa bahagia?"

Tono : "yaaa mikir dong guwooobloook...kalo itu ya ketinggian, minimal kita bisa membeli Core i9 lah...hihihi"

Noto : "tapi bukan jaminan kan kalau sudah bisa membeli Core i9 idolamu itu maka ibadahmu bisa khusyuk? jangan jangan kamu mau mengidolakan super komputer untuk syarat bisa khusyuk"

Tono : "gini lho mas Noto sing bagus dhewe, kalau udhu dulu itu bukan berarti sebelum kaya maka kita enak enakan tidak beribadah, tapi ini merupakan sebuah cita2 sebagai "sipat kandel" atau untuk mempertebal keyakinan kita kepadaNya, bahwa dengan kekayaan yg kita miliki sedikit atau banyak maka harus berbanding lurus dengan rasa syukur kita dan berujung pada kekhusyukan kita didalam beribadah, gicuuu lho...."

Noto : "iya kalau harta kita terus bertambah dan berakibat bertambahnya rasa syukur kita, lha kalau kita malah tambah miskin apa ya rasa syukur itu akan berkurang juga?"

Tono : "maka dari itu kita berusaha jangan sampai kita miskin guwowowowbloook!!....karena itu kita harus terus termotivasi dan memotivasi diri supaya bisa tetap kaya dan tambah kaya supaya rasa syukur kita bertambah"

Noto : "kamu itu selalu nggoblok nggoblokin aku terus, apa ya ndak capek mulut kotormu itu?"

Tono : "hiyaaaa gitu aja maraaah...huahahahahah...bebas aja namanya aja buto....huahahahahahah....salah kamu sendiri dari awal berperan menjadi pandhito yg selalu memberi pencerahan, sedangkan aku dari dulu peranku kan jadi buto yg otaknya bocor alus, ngeyel, ndablek dan suka misuh"

Noto : "ya udah kalau begitu, terus kalau tiba2 Allah berkehendak menjadikan kamu miskin bagaimana? kan katanya kamu menjadikan harta sebagai sipat kandel, ini kan seperti halnya satria yg kehilangan kerisnya yg bisa berarti kehilangan jati dirinya"

Tono : "tentu saja harta bukan segalanya guuuwooobb...eh...ndak jadi, ntar marah lagi...hihihihi...maka dari itu yg utama tentunya kaya hati dulu dalam arti merasa berkecukupan walaupun kekurangan harta, tapi ya ini tidak mudah bagi yg berpedoman kaya dulu baru bisa khusyuk"

Noto : "nah itulah kelemahannya, pendapat kaya dulu baru bisa khusyuk itu memang bagus tapi kelemahannya adalah, pertama tidak ada jaminan bahwa kalau kita kaya dulu maka bisa berbanding lurus dengan kekhusyukan kita, kedua adalah tidak ada standar kekayaan itu seperti apa, kalau kamu bilang secara minimalis itu ya wujudnya seperti apa, bagi sebagian orang cukup itu diartikan punya BMW seri 7 sedangkan bagi sebagian lainnya punya selembar pakaian dan tidur di emper toko itu juga bisa diartikan cukup, dan yang ketiga adalah ketika tiba tiba harta kita ludes dan kita menjadi serba kekurangan maka kita akan mudah ngedrop semangat hidupnya, memang sih harta bukan segalanya, tapi bagi yg terbiasa berkecukupan tentu saja tidak mudah mewujudkan prinsip harta bukan segalanya"

Tono : "yaaa memang kuakui mudah diucapkan tapi sulit dipraktekkan....naaaah sekarang giliran pendapatmu yg mengatakan khusyuk dulu baru kaya"

Noto : "sebenarnya bukan masalah baik atau tidak baik tapi ini semua kan saling melengkapi, yang aku maksud khusyuk dulu adalah, persiapkan mental dan akhlak kita didalam menerima "cobaan" berupa kekayaan atau kelebihan, sedangkan kita tahu bahwa cobaan berupa kekayaan atau kelebihan itu lebih sulit lulusnya ketimbang cobaan yg berupa musibah"

Tono : "naah sekarang gantian khusyuk itu standarnya seperti apa? apa kalau sudah sholat lima waktu minimal 15 menit per waktu itu bisa dikatakan khsuyuk? jangan2 sholat sambil ngalamun atau tidur....huahahahahahah"

Noto : "baik khusyuk atau rasa cukup itu tidak ada standarnya, tapi kalau mau menurut dengan standar yang aku pakai maka khusyuk itu tidak berupa sholat minimal beberapa menit atau betah meditasi ber jam2 tidak gerak, standarnya adalah "gerak" atau panggilan hati yg mengisyaratkan kita sudah mampu untuk menerima cobaan berupa kelebihan atau kekayaan dengan kadar tertentu, tentu ini yg aku maksud kita beribadah bukan untuk mengejar kekayaan atau kelebihan, semua itu kita maksudkan mendapat ridhoNya atau ihklas mau dikasih ya syukur tidak dikasih ya tetap syukur"

Tono : "huahahahahahah....apa ya kalau kamu beribadah lalu kamu tidak berusaha menjadi kaya? apa ya diam terus dimasjid sampai mendapat "gerak hati" katamu itu...wah kebangetan kalau gitu"

Noto : "bukan itu yang aku maksud, tapi didalam kita bekerja atau mencari nafkah hendaknya tidak ngoyo untuk mengejar kekayaan, hikmahnya adalah ketika kekayaan itu kita dapatkan apa ya kita sudah siap kaya? bisa2 malah kekayaan itu menjerumuskan kita, sedangkan "gerak hati" sebagai perwujudan dari petunjukNya itu adalah bisa diistilahkan "weruh sakdurunge winarah" percayalah bahwa apabila kita mampu mengelola kelebihan atau harta maka kelebihan atau harta itu akan datang dengan sendirinya tidak perlu dikejar kejar secara ngoyo"

Tono : "iyaaaa makanya itu supaya kekayaan itu tidak menjadikan sesuatu yg menjerumuskan ya kita tingkatkan rasa syukur kita to, coba kamu pikir apa ya bisa kamu sholat khusyuk apabila mendengar tetanggamu merintih kelaparan?, lalu apa ya kamu bisa bermeditasi berjam jam apabila kamu barusan melihat anak yg terkena penyakit busung lapar dan kamu diam saja?, maka dari itu supaya kekhusyukan bisa tercapai maka kita harus peduli kepada mereka dulu dalam arti menafkahi mereka, kan mereka butuh makan tidak butuh ceramah ala ustadz yang katanya "kemiskinan pangkal dari kekafiran" dan kalau kita tidak punya apa2 maka bagaimana kita mau peduli dengan tetangga kita yg kelaparan itu?"

Noto : "yah memang aku akui itu merupakan salah satu kelemahan bagi yg berpendapat khusyuk dulu baru kaya, walaupun kita miskin dan lapar karena kekhusyukan kita maka kita bisa menahan rasa lapar kita dengan niat laku prihatin tapi tidak semua orang bisa melakukan itu, sedangkan apabila kita mendengar rintihan tetangga kita yg kelaparan bukannya kita tidak mau menolong tapi karena kita tidak punya apa2 karena kita juga sama2 orang miskin.....ini contoh lho apabila kita khusyuk beribadah tapi miskin harta"

Tono : "maka dari itu supaya hati kita tidak terbebani dengan kondisi sosial sekitar kita maka hendaknya kita memperkaya diri dulu untuk kita peduli dengan sekitar kita, betul ndaaak....huahahahahah"

Noto : "kamu betul sekali, memang mereka orang orang yg miskin dan kelaparan itu ya yg dibutuhkan adalah kepedulian berupa bantuan makanan bukan berupa ceramah, memang sungguh keterlaluan apabila ada orang yang naik umroh dan haji berkali kali tapi kondisi lingkungan sekitarnya masih terperosok di jurang kemiskinan, alangkah baiknya uang yg buat naik haji dan umroh itu dipakai buat menyantuni tetangganya yg miskin itu, syukur2 memodali mereka buat buka usaha..."

Tono : "huahahahahah padahal mereka yg berkali kali naik haji itu alesannya ya sudah membayar zakat 2,5% dari total pendapatannya juga shodaqoh seperlunya supaya tidak dikira orang yg kikir dan sebagai syarat memenuhi standar minimal didalam berzakat/bershodaqoh.....harusnya ditambahin dong tidak hanya 2,5% kalau bisa 25% dan tentunya lingkungan sekitar dia tinggal itulah yg diutamakan...tul gak"

Noto : "betul sekali kamu Ton, memang banyak pemuka agama yg berkecukupan dan merekalah yg biasanya memberikan fatwa ini itu, tapi apabila mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitar mereka maka buat apa fatwa itu, sekarang ini malah fatwa2 itu bersifat eksklusif berupa "rebonding itu halal apa haram", "facebook itu halal apa haram", bahkan sampai penerapan syariat Islam segala tapi yg membahas fatwa "kikir itu kafir", "tidak peduli dengan kemiskinan itu fasik" dll malah hampir tidak ada, padahal akar permasalahan dari umat itukan kemiskinan"

Tono : "huss jangan mbahas fatwa2 itu ah....ntar topiknya mlenceng lagi, biarlah itu menjadi urusan mereka2 yg konon katanya sudah beragama dengan baik dan benar....nah sekarang kita kasih kesimpulan terhadap diskusi kita ini"

Noto : "hmmm apa yah, memang antara tuhu dan udhu yg duluan itu ada kelemahan dan kelebihan masing masing, maka dari itu supaya tidak bingung kita simpulkan bahwa didalam bekerja kita niatkan ibadah sehingga niat ingsunnya kita luruskan dulu yaitu bekerja karenaNya, ini bukan berarti Dia membutuhkan kerja dan ibadah kita tapi semua itu kan ujung2nya kita sendiri yg menikmati, sedangkan Tuhan tidak butuh dibela dan tidak butuh disembah, kita lah yg butuh menyembah Tuhan walaupun dengan tata cara yg beda2, dengan menyembahNya maka kita telah menyerahkan segala daya dan upaya untuk diambil alih olehNya sehingga Dia memberikan yg terbaik buat kita, apakah itu akan menjadikan kita kaya atau miskin yg penting kita berusaha dengan niat karenaNya"

Tono : "hihihi betul juga, ngomong2 ntar kalau sudah punya Core i9 aku akan isi komputerku dengan potret kemiskinan dan aku publikasikan di blog supaya banyak orang yg terketuk hatinya dan membantu, sedangkan apabila punya BMW seri 7 maka aku akan bawa anak yg busung lapar itu ke rumah sakit lalu setelah sembuh akan aku ajak jalan2 dengan mobil BMW baruku, jadi niat ingsunku sudah benar to, semua itu kan karenaNya....hihihihih"

Noto : "iya sih memang seharusnya begitu, tapi paling2 komputer Core i9 mu yg baru itu diisi dengan foto2nya Ngatemi dan film Miyabi, sedangkan mobil barumu itu paling2 ya untuk pamer kepada Ngatemi lalu ngajak jalan2, malah bisa2 kamu nyari perempuan lain sebagai pacar selingkuhan, betul nggak?"

Tono : "sssttt jangan keras2, ntar Ngatemi tahu bisa marah lho....sudah ah yg penting niatnya lurus dulu, soal ntar nantinya melenceng ditengah jalan kan itu urusan lain.....huahahahahahaha"
LANJUTKAN MENYIMAK.....

Saturday, January 9, 2010

Upgrade Komputer Bagian dari Iman



Upgrade komputer bagian dari iman, apakah itu? tampaknya Tono punya jawaban tersendiri mengenai istilah ini barangkali bisa melengkapi dari pemahaman kebersihan sebagian dari iman bagi seorang blogger/netter.

Tono : "huahahahahah...asyiiiik dapet dollar lagi dari review produk, tinggal dikit lagi bisa buat beli komputer idaman nih...Core i9 aiiiii comiiiiiing..."

Noto : "kamu ini yg dipikirin duit melulu, mbok sholatmu itu dibenahi dulu biar tambah khusyuk"

Tono : "sirik aja loe, kan asik dapet ijo2 lumangyaaan itung2 bisa buat nambahin beli Core i9 idamanku itu lhoooo"

Noto : "iyaaa aku tahu, tapi apa dengan komputer barumu itu sholat kamu tambah khusyuk atau jangan2 malah ninggalin sholat keasyikan main game"

Tono : "sik..sik...menurut penerawangan buto saya, kalau kita kaya dulu dalam arti kebutuhan didunia yg minimal atau sandang pangan papan tercukupi baru deh bisa beribadah dengan khusyuk, kalau tidak terpenuhi maka ndak mungkin bisa sholat dengan khusyuk"

Noto : "lha hubungannya apa dengan Core i9 idolamu itu? komputer itu kan kebutuhan tertier bukan kebutuhan primer seperti sandang pangan papan"

Tono : "huahahahahah...ada pepatah bilang mengupgrade komputer adalah sebagian dari iman, kamu tahu maksudnya apa? kalo gak tahu tanya aku.....huahahahahah"

Noto : "lha apa lagi ini pake ngarang2 istilah segala, setahuku kebersihan sebagian dari iman itu istilah dari dulu sudah ada, kalo mengupgrade komputer sebagian dari iman itu aku baru dengar ya dari kamu, coba kamu jelaskan apa maksudnya?"

Tono : "huahahahah...itu istilah buto bocor alus kayak saya ini, gini lho cah bagus Noto, didalam kearifan jawa seorang lelaki itu bisa dikatakan kumplit kalau sudah bisa mempunyai wisma, garwa, turangga, kukila, curiga dan putra...sedangkan komputer itu masuk didalam ranah turangga, kukila dan curiga. turangga itu kan kalu jaman dulu ya kuda, kukila itu jaman dulu burung klangenan biasanya perkutut atau ayam jago sedangkan curiga itu jaman simbah dulu berupa keris atau tombak"

Noto : "o iya aku tahu itu, kalau menurutku turangga itu adalah tunggangan kalau sekarang bisa berupa mobil, motor atau sepeda, kukila itu klangenan atau kegemaran bisa berupa filateli, jam antik, tanaman hias dll sedangkan curiga itu sipat kandel berupa sandaran hidup untuk mempertebal keyakinan kita terhadap Gusti, lha terus bagaimana itu bisa dihubungkan dengan mengupgrade komputer sebagian dari iman?"

Tono : "huahahahah betul sekali brader, komputer bagi seorang blogger bocor alus kayak aku ini pertama bermakna sebagai turangga atau kendaraan, kendaraan yg dimaksud tidak hanya yg bisa dinaiki tapi juga kendaraan untuk berproses menuju ke Illahi, setiap aku menulis artikel lalu aku posting di blog kita tercinta ini baik itu ide tulisan dari kamu maupun aku kadangkala aku baca ulang untuk sarana introspeksi diri seberapa baikkah kita? apakah kita pantas disebut seorang spiritualis walaupun abal abal sekalipun? syukur2 ada orang lain yg membaca tulisan2 kita dengan seksama dan mendapat hikmah bocor alus...hihihihihi.....daaaaan dengan sarana apakah kita bisa memposting artkel serta bagai mana orang lain bisa membaca artikel di internet? ya dengan komputer doooong...."

Noto : "ya memang betul begitu, tapi apakah dengan begitu bisa menjadikan kita lebih baik? terus apa hubungannya dengan upgrade komputer, kan dengan komputer kita yg jadul ini toh kita masih bisa ngeblog to?"

Tono : "saaaabaar sayaaang....aku jelaskan dulu yg kedua yaitu komputer sebagai kukila atau kegemaran, apa sih yg dicari dari kegemaran atau hobby? yang jelas kesenangan to? tidak peduli seberapa duit yg dikeluarkan, nah hubungannya dengan komputer adalah didalam komputer kita kan ada file2 mp3 walaupun bajakan....hihihi...dari file2 tsb kita setel di Audacious mp3 player dan kita bisa mendengarkan alunan musik dari Sujiwo Tedjo yg lugas dan penuh makna, instrumental Kitaro yg menenangkan jiwa serta bernuansa spiritualis dan juga Trio Macan yg bikin si Unyil berdiri....huahahahahahah....nah dari berbagai kesenangan2 yg aku dapat di komputer baik berupa hiburan mp3 maupun main game hendaknya sebanding dengan rasa syukur kita kepadaNya sesuai dengan makna dari hobby yaitu kegemaran untuk mencapai kesenangan ditambah rasa syukur"

Noto : "lalu bagaimana dengan file2 game maupun mp3 bajakan itu, apakah dengan berhobby diatas penderitaan orang lain yg dirugikan bisa menambah rasa syukur kita?"

Tono : "sssst jangan keras keraaasss....ntar yg lain denger lho....hihihihihi....prinsipnya apa yg kita dapatkan secara gratis ya kita bagikan secara gratis pula atau setidaknya kita pakai sendiri kecuali yg punya lagu mengijinkan kita untuk kita jual ya ndak masalah to, lagipula di negeri buto tercinta ini mana ada blogger/netter yg sangat idealis tidak punya satu pun file bajakan di komputernya dan juga bajakan kan belum dilarang setidaknya dilarang kan hanya sebagai formalitas belaka....hihihihi"

Noto : "ya sudahlah kalau begitu, lalu yg ketiga apa?

Tono : "ooo iya komputer sebagai curiga, curiga ini kan pusaka sebagai sandaran hidup, pada jaman dulu memakai keris sebagai simbol manunggaling kawulo gusti agar pamoring kawulo gusti itu bisa terpancar dari si pemakai keris tsb, nah hubungannya dengan komputer adalah, ketika kita mengetik artikel di text editor maka sebelum kita tulis apa yg tampak? tentu saja layar putih kosong to? lalu kita isi dengan huruf2 yg disusun menjadi tulisan sebagai simbol dari huruf2 kehidupan kita, itu tadi kalau hubungan antara pemilik dengan komputernya, lalu bagaimana hubungan manusia dengan Yang Maha Memiliki? supaya huruf2 Asma Allah itu bisa mengisi di layar kesadaran diri sejati kita maka terlebih dahulu hati kita harus dikosongkan terlebih dahulu dari segala nafsu keduniaan serta ego keapian yg penuh amarah serta kesombongan..................nah dari ketiga aspek tadi apakah kamu sudah tahu apa makna dari mengupgrade komputer sebagian dari iman mas Noto sing bagus dhewe?"

Noto : "iya aku tahu, ketiga aspek tadi memang sangat penting, tapi apa ya harus di upgrade bukankah milik kita sekarang ini sudah sangat bagus dibanding yg tidak punya komputer?"

Tono : "huahahahahah...seneng sekali sekarang giliranku yg ngasih pencerahan ke kamu....mosok kamu terus yg jadi juru dakwahnya...bosen ah.....gini lho semua itu kan hanya simbol dari diri kita to? secara teknis komputer itu terdiri dari 2 bagian yaitu hardware dan software....hardware itu terdiri dari tubuh, nafas, dan perbuatan, sedangkan softwarenya adalah cipta, rasa, akal dan budi....apabila cipta, rasa, akal dan budi dari Windows 98 lalu diupgrade ke Windows 7 maka tentu saja segala bugs dan kelemahan di Windows 98 bisa teratasi di Windows 7 demi melahirkan sebuah karsa/kemauan baru yg lebih fresh dan jernih lalu sebagai akibatnya adalah hardware kita berupa tubuh, nafas dan perbuatan akan otomatis terupgrade.....perwujudannya adalah tubuh kita terupgrade dalam arti lebih terawat karena pandai bersyukur, nafas kita lebih teratur karena bisa mengendalikan nafsu, serta perbuatan kita lebih baik karena kemauan/karsa kita lebih fresh dan jernih"

Noto : "wah bagus kalau begitu, semoga saja keinginan kamu untuk upgrade komputer betulan tapi tidak terpenuhi bisa terobati karena software didiri kamu sudah kamu upgrade"

Tono : "huahahahahah dasar guwowowoblok...tentu saja masih kepingin, kalau tidak kepingin maka aku menyalahi kodrat sebagai buto....huahahahahahah"
LANJUTKAN MENYIMAK.....

Friday, December 25, 2009

Guru Murid Pribadi

Murid, gurune pribadi. Guru, muride pribadi, sebuah ungkapan dari ajaran Sosrokartanan yg sangat menyiratkan makna. Maka dari itu untuk mengaplikasikan ungkapan itu, Noto harus belajar banyak dari Tono, demikian pula Tono harus belajar dari Noto seperti biasanya, nah kali ini ada dua perspektif berbeda dimana Noto mewakili mata terang dan Tono mewakili mata gelap

Noto : "nah Ton, biasanya kan aku yg selalu menjadi obyek penderita pisuhanmu maupun selalu memberi wejangan, sekarang giliranmu yg memberi pencerahan"

Tono : "haaah!...mas Noto satriyo sing ganteng dhewe minta pencerahan sama aku si buto ini? gak salah tuh...huahahahahahahah"

Noto : "ayoolaah..jangan suka pura2 sok bodoh gitu dong, kita kan saling melengkapi to...kan kamu bilang topo ngrame ku nggak lengkap kalo belum topo mbuto...sekarang kamu sebagai buto kan punya perspektif juga"

Tono : "huahahahah...lha kamu sok pinter hayooo....yo wis, sekarang kita mbahas apa wahai Noto guru sejatiku?"

Noto : "guru sejati apaan?...mosok guru sejati bisa be'ol dan ngrokok...udah lah, mari kita saling melengkapi....sekarang kita membahas siapakah guru sejatiku dan siapakah guru sejatimu?"

Tono : "huahahahaha...versimu dulu dong brat...gak seru ah..."

Noto : "oke kalo gitu...guru sejatiku atau versiku secara mata terang adalah perwujudan dari pancaran nur muhammad atau cahayaNya yg memancarkan sifat2 terpuji/muhammad yg dipantulkan oleh telenging rahsa atau cermin yg sangat bening dihati kita, nah perwujudan itulah sumber dari segala "bisikan2" kebaikan untuk berbuat baik dijalan kebaikan tentunya, ini bisa terwujud kalau cermin hati itu benar2 bening"

Tono : "huahahahahah...oke juga tuh...tapi itukan kamu yg sejak awal hatimu sudah bening maka yg kamu lakukan tinggal menjaganya dari segala kotoran2 hati, tapi bagiku yg buto ini yg sejak semula hatiku sudah kotor dan susah dibersihkan ya salah satunya jalan ya berguru ke keburukan"

Noto : "lha gimana caranya?"

Tono : "huahahahahah....yg aku yakini sampai saat ini adalah hatiku kotor oleh energi2 kotor/gaib dan dipenuhi setan2 yg punya watak/sifat kotor...apa sih yg dimaksud dengan kotoran hati? menurut versiku adalah energi2 besar yg tidak terkendali seperti kuda yg lepas kendali, tapi didalam kotoran dan kegelapan hatiku ini masih ada secercah cahayaNya yg aku manfaatkan sebaik baiknya untuk mengekang dan mengendalikan si kotor/gelap yg mendominasi itu, nah didalam proses pengendalian itulah guru sejatiku, menjadikan setan sebagai mitra/partner didalam kebaikan itulah sumber ilmuku, tentunya semua kan milik Allah"

Noto : 'hmm gitu yah...kalau diriku setiap "perkataan" dari guru sejatiku itulah yg aku taati, itulah sumber ilmuku, tentu saja semua milik Allah.....lalu bagaimana kamu mewujudkan setan sebagai partner itu?"

Tono : "huahahahaha tentu saja tidak mudah, karena setan itu licin seperti belut, nah disinilah tantangannya, ibarat kata kalau aku ingin pandai bertinju maka jadikanlah Mike Tyson sebagai lawan tandingku, setiap pukulan Tyson diwajahku itulah pelajaran yg akan aku ambil, lalu aku balas memukul, itu juga pelajaran bagiku...setiap si Tyson memaki dan mengejekku itu juga pelajaran bagiku, karena si Tyson lebih kuat dariku maka aku pun memutar otak mengatur strategi untuk menjatuhkannya, itu juga merupakan pelajaran atau ilmu bagiku"

Noto : "kalau proses belajar diriku hanya menuruti segala wejangan guru sejatiku, seperti guru disekolah yg memberi pelajaran dikelas kepada murid2nya dengan cara lemah lembut dimana kita menerima pelajaran dengan penuh kedamaian dan kesejukan"

Tono : "huahahahahah...kalau aku lain lagi, menerima proses belajar mengajar didirku seperti di neraka, penuh emosi, nafsu, rasa cemas dan was-was...tapi segala rasa emosi, nafsu dan was2 itulah aku belajar untuk mengendalikannya, belajar untuk mengcounternya"

Noto : "hmmmm...junjungan dan idolaku adalah Nabi muhammad SAW sebagai pribadi yg lemah lembut, berakhlak mulia dan dekat kepada Allah"

Tono : "hmmm gitu yah...huahahahahah...kalau idolaku adalah Iblis"

Noto : "lho kok?"

Tono : "menjadikan Iblis sebagai idola punya beberapa makna....pertama, menjadikan iblis sebagai contoh suri teladan untuk tidak dicontoh...kedua, Iblis sebagai esensi kebaikan yg berkorban merubah dirinya menjadi jahat untuk kebaikan itu sendiri, maka didalam mencapai suatu kebaikan dibutuhkan suatu pengorbanan, "ngelmu kelakone kanthi laku" laku disini tidak hanya laku topo ngrame, topo ngeli, puasa senin-kemis, puasa dawud dsb, tapi laku yg lebih utama adalah mengorbankan rasa milik, bahkan nyawanya sendiri....lalu yg ketiga adalah, iblis itu sangat khusyuk didalam menggoda manusia, tidak setengah2 dengan tujuan menyesatkan manusia sesesat sesatnya, tapi dalam arti lain Iblis itu menggoda manusia sebagai sarana untuk mengetes/menguji taraf keimanan manusia, mustahil siswa lulus sekolah tanpa diuji terlebih dahulu"

Noto : "ooo gitu yah...hmmm...kalau itu tadi masalah guru, tapi sekarang kita bicarakan murid, murid pribadi menurutku adalah watak kejahatan yg penuh angkara murka supaya cepat2 tobat dan menuju cahayaNya, dengan menuju cahayaNya itulah menjadi sebenar benarnya manusia sebagai wakilNya didunia"

Tono : "huahahahaha...itu kamu, kalau aku lain...murid pribadiku adalah watak2 kebaikan yg suci, mengingatkan mereka agar tidak sombong didalam berbuat baik, mengingatkan mereka bahwa didalam keburukan ada kebaikan, didalam kebaikan ada sisi gelap"

Noto : "wah bagus tuh....kalau begitu kamu adalah guru pribadiku, supaya aku tidak terjebak didalam kesombongan perbuatan baik dan bisa melihat kebaikan didalam keburukan, melihat sisi gelap dari kebaikan"

Tono : "huahahahah.....akhirnya si satriyo mau juga berguru ke buto sepertiku ini......baiklah biar adil, kamu adalah guru pribadiku, supaya aku cepat2 menuju cahayaNya, menjernihkan hatiku yg kelam ini supaya bisa melihat di terangnya cahaya"

Noto : "kalau begitu kita adalah murid dan guru pribadi satu sama lain, mari kita gabung pernyataan kita "didalam merubah watak kejahatan menuju watak baik yg penuh cahaya adalah bertobat menyesali perbuatannya, menjernihkan hati, sabar syukur dan ikhlas karena Allah......"

Tono : "hmmm..giliranku yah....."apabila sudah merasa baik maka ingatlah bahwa kebaikan itu bisa membawa ke kesombongan, lihatlah sisi gelap dan terang sebagai pasangan makhluk Allah yg melengkapi satu sama lain"
LANJUTKAN MENYIMAK.....

Thursday, December 24, 2009

Makna Topo Mbuto


Mungkin sebagian ada yg bertanya tanya apakah topo mbuto itu?, apakah hanya makan minum tidur be'ol ngeblog? kalau jawabannya itu ya bisa jadi benar, tapi ada makna yg lebih mendalam secara gothak gathik gathuk mathuk, monggo disimak


Noto : "Naah sekarang giliranku yg nanya ke kamu, mosok aku terus yg ditanya"

Tono : "nanya apa chayaaang...huahahahahah"

Noto : "kan kamu dengan bangganya memproklamirkan diri sebagai buto dan laku topo mbuto, apa sih yg dimaksud dengan topo mbuto?

Tono : "alaaah cuman ngarang aja kok...gak usah dipikirin, yg penting kan makan minum tidur be'ol ngeblog...ya itulah watak buto seperti aku ini huahahahahaha...."

Noto : "jadi selama ini segala wejangan dan nasehatku sia2 ya? paling tidak ada yg nyantol dikit2 lah"

Tono : "huahahahahah...mutuuuung...tentu saja ada brader...tenang aja....jadi ceritanya kamu mau ngetes aku nih? oke kamu mau nanya apa?"

Noto : "kamu kan tahu laku yg aku jalani itu topo ngrame lha terus apa bedanya dengan laku yg kamu lakukan yg katamu topo mbuto itu?"

Tono : "huahahahahah.....guwwooobloook....gitu aja nggak tahu....apa yaaa hhhmmm..."

Noto : "yah aku memang selalu jadi obyek pisuhan kamu....ya ndak apa2 lah, kalau kamu ndak bisa njawab ya tunggu episode ke 100, tapi kalo masih ada umur yah"

Tono : "huahahahah...iyaayaa.....aku kan cuman ngetes kesabaran kamu didalam topo ngrame, lagipula kan ndak enak kalau antara kamu dan aku itu pinter semua atau goblok semua, ya salah satu ada yg pinter yaitu kamu dan aku yg guwowowblok bin ngeyel supaya alam ini harmonis seperti katamu itu...huahahahahah"

Noto : "iyaa lalu apa maknanya topo mbuto itu....?

Tono : "topo mbuto itu kamsudnya bu = kalBU......to = toTO....jadi mbuto atau ambuto atau membuto itu artinya kalbune di toto atau menata kalbu...gicuuuu..."

Noto : "kalau cuman itu aku juga begitu, kalau topo ngrameku itu ya ujung2nya untuk mengolah/menata hati, kalau tidak kita praktekkan ke orang banyak ya percuma...sepi ing pamrih rame ing gawe itu hanya bisa diaplikasikan langsung ke orang banyak dan tidak cukup makan tidur minum ngeblog......"

Tono : "huahahahahah....kan dah aku bilang itu urusanmu sebagai satriyo, seorang satriyo itu harusnya ya lakunya topo ngrame seperti katamu itu, sedangkan aku sebagai buto ya lakunya makan minum tidur be'ol ngeblog"

Noto : "nah itulah yg membedakan....kamu ini hanya bisa teori, kamu ndak mau ikut aku topo ngrame biar kita sama2 bisa aktualisasi diri menjadi satriyo bukannya malah jadi buto kayak gitu"

Tono : "huahahahahah...jangan dikira aktivitas makan minum tidur ngeblog sama be'ol itu tidak bisa menata hati sebaik topo ngramemu itu....semua aktivitas butoku tidak semudah yg kamu bayangkan enak2an thok....makan itu maknanya menelan segala ilmu yg aku dapat dari teman2 sebocor alusku dan dari manapun juga bahkan dengan segala racunnya....huahahahahah....minum itu artinya meminum air kehidupan atau banyu suci perwita sari seperti Bima ketemu Dewaruci, tidur itu artinya turu eling atau tidur syahid atau mencari hakekat sebaik baiknya tidur yaitu latihan mati yg berujung pada mati sakjroning urip..."

Noto : "lalu makna be'ol apa? kamu ini aya2 wae...

Tono : "be'ol itu adalah mengambil hikmah makanan/ilmu kurang baik yg tidak bisa aku cerna dengan cara dikeluarkan dan berbentuk sangat buruk tapi bermanfaat sebagai penyubur tanah/sumber kehidupan, mirip2 be'ol betulan huahahahaha...dengan mengambil hikmah segala yg buruk maka disinilah sumber inspirasi kita berasal, maka dari itu aku sering nulis di komeng2 bahwa inspirasiku sumbernya dari ngeden di WC, ya kira2 itulah maknanya...walopun ketika ngeden asyik juga....huahahahahahah"

Noto : "lalu kalo ngeblog apa ya cuman buat narsis pamer ilmu kamu?"

Tono : "Notooo..Noto...kamu ini aya2 wae..apa sih yg bisa aku pamerin? aku ndak punya apa2 je....kalau ngeblog itu ya sebagai sarana berbagi informasi dan saling melengkapi, yaa mirip2 silaturahmi gicuuu...sedangkan dengan segala apa yg aku posting baik bersumber dari kamu maupun dari hasil ngedenku di WC itu ya prinsipnya satu "percoyo karepmu ora karepmu" huahahahaha biarin orang ngomong apa tentang aku....biar omdo yg penting ganteng huahahahahah"

Noto : "jadi maksudmu para pembaca cuman disuguhi teori2 kamu yg belum tentu kebenarannya itu?"

Tono : "huahahahaha.......kan sudah aku bilang "percoyo karepmu ora karepmu" lagipula yg namanya teori/omdo itukan belum tentu salah to? coba siapakah orang paling omdo dan dikagumi sejagat? yak betul Albert Einstein....apakah teori relativitasnya itu bisa dibuktikan oleh beliau sendiri? kan tidak to....malah orang2 sekarang yg berhasil membuktikannya"

Noto : "lha kamu sendiri tidak pernah kemana mana kok bisa cerita macem2, itu kan namanya menyesatkan, tega2nya kamu menyesatkan orang banyak"

Tono : "aku memang tidak kemana mana, karena aku ada dimana mana...huahahahahah...gini yo cah bagus.......inti dari topo mbutoku itu seperti yang aku jelaskan tadi yaitu menata kalbu, makan minum tidur ngeblog dan be'ol....tapi ada satu lagi yaitu mengambil manfaat/hikmah dari informasi sekecil kecilnya untuk dibabar seluas luasnya...lha apa mungkin bisa begitu? bisa saja....ingat nggak kuis "Berpacu dalam melodi" dulu yg dipandu oleh Koes Hendratmo, didalam sesi "sekilas wajah" disitu hanya diliatin bibirnya thok tapi peserta kuis ada yg bisa menebak bibir siapakah itu....hihihihi...coba bandingkan dengan diliatin wajahnya secara full tapi ndak bisa menebaknya....kira2 siapakah yg bodo?....huahahahahah"

Noto : "iyaa ya...baru tahu aku kalau itu to alesan kamu topo mbuto itu...ternyata tidak semudah itu...tapi kalau aku tetep topo ngrame, karena itulah yg terbaik buatku"

Tono : "huahahahahah...kamu itukan wataknya satriyo yg berwatak lembut, baik, ganteng, sopan dan pinter...ya itulah yg terbaik buatmu...sedangkan aku inikan gendut, ngeyel, emosian, males...yaa mirip2 buto lah jadi ya topo mbuto itu yg terbaik buatku....kan didalam diri manusia ada 2 watak yaitu buto dan satriyo, kalau keduanya bisa diolah secara benar maka akan menjadi watak dewo yaitu yg dinaungi cahayaNya"

Noto : "waah jadi semakin pinter kamu.....ya itulah kelebihanmu dibanding aku....disaat aku topo ngrame mengolah hati keikhlasan, kesabaran serta rasa syukurku, disisi lain kamu topo mbuto mengambil hikmah dari sekecil kecil informasi yg kamu dapat, dari yg kecil itu bisa menjadi besar apabila kamu mengolahnya dengan penuh kepekaan.....hhhmmm seharusnya memang kadang kala kamu yg menasehati aku"

Tono : "huahahahah...lha kita kan saling melengkapi brader....apa ya dengan topo ngrame mu itu sudah cukup? kan tidak to....supaya watak satriyo bisa menjadi berwatak dewo ya diperlukan watak buto juga...buto disini sebagai pengetes/penguji dari kesatriaanmu dan juga sebagai penengah/pengamat antara watak baik dan buruk, yg baik tidak sepenuhnya baik, yg buruk tidak sepenuhnya buruk, apabila bisa melihat baik buruk dengan watak satriyo maupun watak buto maka yg timbul adalah watak penuh kearifan/makrifat, makrifat itulah watak dewo yg penuh cahayaNya"

Noto : "ya sudah lah memang kita punya peran masing2... o iya apa kesimpulan dari topo mbutomu itu?"

Tono : "enak aja....jelasin dulu dong apa itu topo ngrame mu itu biar bisa dijadiin perbandingan..."

Noto : "oo gitu...hhhmmm...topo ngrame itu "sepi ing pamrih rame ing gawe" bekerja dan beramal sholeh tanpa pamrih untuk melatih rasa sabar syukur dan ikhlas kita disegala situasi dan kondisi, inilah watak satriyo pinandhito...seharusnya pemimpin itu berwatak seperti ini"

Tono : "huahahahahah....sekarang giliranku, topo mbuto itu berlatih mengolah hati untuk bisa melihat setitik cahaya di kegelapan, kan kamu tahu watak buto itu penuh nafsu2 keduniaan tapi dibalik itu semua ada setitik kebaikan yg bisa diambil manfaatnya, maka syukurilah kebaikan setitik itu untuk melihat segala watak buruk/gelap itu seterang terangnya untuk dijadikan hikmah....maka kebaikan yg setitik itu bisa ngemong segala watak perbutoan agar tidak keluar jalur"

Noto : "kalau topo ngrame itu berbuat baik untuk bisa melihat segalanya baik, mengolah dan menjaga hati yg bening agar tetap bening, sesuai satriyo yg bermata sipit artinya patuh terhadapNya, tertunduk artinya rendah hati dan hidungnya mancung artinya khusyuk"

Tono : "huahahahah itukan kamu...kalo aku lain lagi......topo mbuto itu melihat di kegelapan untuk supaya semuanya terlihat terang dan jelas, mengambil hikmah perbuatan kurang baik, melihat kebaikan dikeburukan, melihat sisi gelap di kebaikan, mengolah hati gelap agar peka terhadap cahaya kebaikan sekecil apapun....sesuai watak buto yg matanya melotot artinya bermata hati peka bisa melihat dengan jelas dikegelapan malam, mulutnya menganga artinya haus akan akan air kehidupan dan lapar ilmuNya Allah"

Noto : "lalu apa dengan watak satriyo yg topo ngrame itu tidak cukup untuk menjadi watak dewo seperti katamu?"

Tono : "tentu saja tidak cukup guwowowoblok....huahahahahah.......kalau kamu biasa melihat di terangnya siang apakah kamu bisa melihat dikegelapan malam dengan jelas? maka dari itu diperlukan mata gelap disamping mata terang...kan kita punya dua mata to? itulah gunanya...sedangkan watak dewo itu sudah bisa mengatasi kedua watak itu dan bisa melihatnya dengan penuh kearifan"

Noto : "harusnya kamu dong yg memberi pencerahan artikel2 topo mbutomu itu"

Tono : "males ah...kan kamu yg biasa menjadi juru dakwahnya...sedangkan aku kan sebagai pendengar yg setia dan sedikit bumbu2 ngeyel....huahahahahah"

Noto : "duuh teganya....."

LANJUTKAN MENYIMAK.....