Sunday, July 12, 2009

Mengenal Ruh


Didalam agama Islam, ruh atau roh sangat sedikit disebutkan penjelasannya, tapi walaupun sedikit kalau tidak disia-siakan atau di syukuri akan menjadi banyak. Menurut Al Qur'an Surat Al Isra' ayat 17 yg artinya "Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sangat sedikit". Jadi manusia itu diberi pengetahuan tentang roh itu secara luas apabila yg sedikit itu tidak disia-siakan dan menjadi sangat sedikit apabila yg sangat sedikit itu dianggap sangat sedikit, jadi semuanya tergantung persepsi masing2.

Berikut ini adalah penjelasan dan bagian2 dari roh yg kesemuanya ada 9 macam dari literatur yg saya miliki, sama sekali tidak bermaksud untuk menggurui atau sok tahu karena saya hanya menulis apa adanya yg ada dan hanya mau berbagi saja.
1. roh idofi atau roh ilofi
Adalah roh yg sangat utama bagi manusia. Roh idofi juga disebut "johar awal suci". Karena roh inilah manusia dapat hidup, bila roh ini keluar dari raga maka manusia yg bersangkutan akan mati, roh ini sering disebut "nyawa".
Roh idofi adalah sumber dari roh2 lainnya, apabila roh idofi keluar dari raga maka akan diikuti roh2 lainnya, sebaliknya apabila salah satu dari yg delapan itu keluar maka roh idofi akan tetap tinggal dan manusia itu masih hidup.
Bagi yg sudah pada tahap iradat Tuhan atau kebatinan tingkat tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya, dan wujudnya mirip diri kita sendiri, baik rupa,suara dan segala sesuatunya bagai bercermin didepan cermin saja.
Meskipu roh2 lain juga demikian tapi kita dapat membedakannnya dengan yg satu ini karena alam roh idofi berupa cahaya terang benderang dan rasanya sejuk tenteram(bukan dingin), dan tentu saja kita bisa menjumpainya apabila kita sudah sampai pada tingkat "Insan Kamil".
2. Roh Rabbani
roh ini dikuasai oleh roh idofi, alamnya roh ini bagi yg bisa menjumpainya ada didalam nur berwarna kuning diam tak bergerak. Bila kita menjumpainya kita tak mempunyai kehendak apa2, hatipun tenteram, tubuh tak merasakan apa2
3. Roh Rohani
Roh inipun dikuasai oleh roh idofi, karena adanya roh rohani ini maka manusia memiliki kehendak dua rupa, kadang2 suka dan kadang2 tidak suka. Roh ini memp[engaruhi perbuatan baik dan buruk. Roh rohani ini menempati pada 4 jenis nafsu, yaitu: nafsu luawamah, nafsu amarah, nafsu sufiyah, nafsu mutmainah. Kalau manusia ditinggalkan roh rohani ini maka manusia tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia roh inilah yg mengendalikannya, oleh karena itu apabila manusia bisa mengendalikan roh rohani dgn baik maka akan hidup dalam kemuliaan.
Roh rohani ini sifatnya mengikuti penglihatan yg melihat, dimana pandangan kita tempatkan maka disitu roh rohani berada. Sebelum kita menjumpainya, terlebih dahulu kita melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang2, setelah cahaya tsb menghilang, barulah muncul roh rohani itu.
4. Roh Nurani
Roh Nurani dibawah pengaruh roh idofi, roh ini punya pembawaan sifat terang, karena adanya roh ini menjadikan manusia terang hatinya, kalau roh nurani meninggalkan tubuh akan menjadikan manusia yg bersangkutan gelap hati dan pikirannya, sebenarnya pada peristiwa meraga suma, roh inilah yg keluar, walaupun diikuti oleh roh2 lain selain roh idofi.
Roh nurani hanya menguasai nafsu mutmainah saja, apabila manusia ditunggui atau menonjolkan roh nurani maka hati orang itu akan tenteram, air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu2, tidak protes apabila ditimpa kesusahan, suka sedih bahagia dan menderita akan dipandang sama.
5. Roh Kudus atau roh Suci
Roh ini juga dibawah kekuasaan roh idofi, roh ini mempengaruhi yg bersangkutan utk melakukan kebajikan terhadap sesama dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai kepercayaan yg dianut.
6. Roh Rahmani
Roh ini dibawah roh idofi, roh ini juga disebut roh pemurah karena diambil dari kata "rahman" yg artinya pemurah, roh ini mempengaruhi manusia berbuat sosial dan suka memberi.
7. Roh Jasmani
Roh ini juga dibawah kendali roh idofi, roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. karena adanya roh ini maka manusia bisa merasakan adanya sakit, lesu, lelah, segar dsb, apabila roh ini keluar dari tubuh maka ditusuk pisaupun tidak akan merasa sakit.
Roh jasmani menguasai nafsu amarah dan hewani seperti malas, suka setubuh, serakah dan lain sebagainya, wujud roh ini sama seperti kita hanya berwarna merah.
8. Roh Nabati
adalah roh yg mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan, roh ini juga dibawah kendali roh idofi
9. roh Rewani
adalah roh yg menjaga raga kita, apabila roh rewani keluar maka orang yg bersangkutan akan tidur, apabila orang tsb tidur dan bermimpi bertemu arwah seseorang maka roh rewani org tsb yg menemui si arwah, jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani. roh rewani juga mengendalikan otak manusia, roh ini juga dibawah kendali roh idofi.
demikianlah penjelasan mengenai kesembilan roh atau laipsan roh yg ada pada diri manusia yg kesemuanya ada dibawah pengaruh roh idofi.

Penjelasan singkat oleh penulis
Sebenarnya masih banyak roh2 lain yg tidak kita ketahui yg ada didalam diri kita, akan tetapi manusia menggunakan berbagai pendekatan untuk mengenal roh dan diri kita sendiri dengan cara salah satunya adalah meditasi, dengan meditasi pulalah Sidharta Gautama mencapai pencerahan Budha, dengan meditasi Sri Babaji Nagaraj bisa hidup ribuan tahun dan bisa dichanneling oleh para ahli kundalini dan reiki di seluruh dunia setiap saat, dengan meditasilah Panembahan Senopati bisa menyetubuhi alam semesta dengan simbolisasi menikahi Kanjeng Ratu Kidul walaupun banyak yg berpendapat hal itu benar2 terjadi dan bukan hanya simbol.

Menurut Prof Damarjati Supadjar, roh itu Af'al Allah atau setingkat dibawah Asma Allah, apabila kandungan sudah berusia kira2 4 bulan maka Tuhan meniupkan roh ke janin yang artinya janin akan responsif pada getaran roh atau "osik malik", perlu diketahui bahwa sejatinya roh itu ditangan Tuhan, jadi fenomena2 roh diatas tak lain adalah akibat dari pertemuan roh yg ditangan Tuhan dengan jasad dengan kata lain yg sangat gaib(roh) bertemu yg sangat kasar(jasad) maka akan timbul gradasi atau tingkatan2 diantara keduanya, pertemuan antara roh ditangan Tuhan dengan jasad juga menimbulkan fenomena2 seperti kakang kawah adi ari2, sedulur papat limo pancer, qorin, dan guardian angel atau malaikat penjaga, kesemua fenomena tsb adalah bukan karena adanya campur tangan dari jin tapi merupakan fenomena alami yg merupakan anugerah dari Tuhan yg harus kita syukuri.

Walau bagaimanapun juga manusia menjelaskan tentang roh dengan bermacam-macam teori tetaplah tidak akan bisa menyingkap hakekat roh yg sebenarnya, semua teori diatas adalah pendekatan untuk mencapai kebenaran tentang roh, tetap saja hakekat roh sebenarnya menjadi milik Tuhan, manusia hanya bisa berusaha. Menurut pandangan saya pribadi, roh itu satu dan tidak terpecah-pecah atau berkeping-keping pada tiap individu, yaitu yg ditangan Tuhan, dasarnya adalah kita itu mempunyai jalinan tak kasat mata atau terhubung secara gaib satu sama lain(hidden connection) oleh karena itu manusia bisa telepati, mustahil bisa telepati tapi tidak ada hubungan, roh itu ibarat matahari yg satu yg menyinari muka bumi dan makhluk2 yg dipermukaan bumi akan merespon sinar matahari dengan berbagai cara, tumbuhan akan tumbuh menyongsong sinar matahari, hewan dan manusia akan beraktivitas menikmati energi yg dipancarkannya, bahkan semua benda di dunia ini mempunyai warna karena sinar matahari. Apabila tumbuhan, hewan dan manusia merespon thd cahaya matahari, lebih2 terhadap Tuhan yg dipancarkan oleh roh yg ditangan Tuhan, respon inilah yg disebut Hidup.

39 comments:

  1. Wah dulu saya pernah baca seperti ini, dimana ya, saya lupa. Tapi untungnya artikel ini mengingatkan lagi tentang makna ruh!

    ReplyDelete
  2. @segar
    wong saya cuman copas dari buku kecil yg saya beli dipasar loh......ternyata pasar tradisional banyak elmunya loh....qiqiqiqiqi

    ReplyDelete
  3. Wew..
    Sesungguhnya pengetahuan tentang roh..
    Sungguh sangat sedikit..
    Karena yg banyak..
    Hanya sang pemiliknya saja..
    Makasi uda berbagi buku pasarnya ya mas..
    Hehehe.. :D

    ReplyDelete
  4. Waduh bikin merinding bacanya. selama ini yang kita pikirkan hanya sebatas kepuasan jasad aja

    ReplyDelete
  5. wah saya juga suka memburu buku dipasar seperti di belakang pasar Beringharjo itu lho

    ReplyDelete
  6. Roh ternyata ada macam-macamnya juga ya.. Kirain cuma satu...

    ReplyDelete
  7. Waaaakaakakak.. teruuuussss.. kok saya jadi malu neeeeeeh sama mas TONO.. jadi pengen nanya boleeeeeeeeeeeh
    Salam Sayang

    ReplyDelete
  8. 1. bedanya ruh dan jiwa
    2. bagaimana cara mengenal susunan di atas
    3. bagaimana cara membukanya sampai nomer satu
    4. pijatin mas TONO
    5. Kabuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrr
    Salam Sayang

    ReplyDelete
  9. @budi hermanto
    maksih dah berkunjung....walaupun dari pasar tapi elmunya kelas mall wkwkwkwk

    @b online
    saya juga mrinding wkwkwk

    @tomy
    yayaya di shopping to?? itu mah gudangnya buku bekas...tapi gak papa biar bekas asal slamet....gak nyambung yah???

    @c rudy
    sebenernya satu tapi fenomenanya banyak

    @kangboed
    yak pertanyaan bagus anakku...wkwkwkwk...saking bagusnya ampe pak guru gak bisa njawab...tapi akan coba jawab sekuat mungkin...
    1.ruh itu di tangan tuhan sedangkan jiwa adalah pertemuan antara jasad dan ruh, jadi gini kang...ruh itu sudah masuk ke wilayah ketuhanan (af'al Allah) sedangkan jiwa itu masuk ke gaib manusia, kesadaran ruh adalah kesadaran tertinggi yg bisa dicapai manusia(sebenernya ada yg lebih tinggi yaitu kesadaran illahi, tapi saya gak mau nyinggung takut kualat) sedangkan kesadaran jiwa itu antara kesadaran ruh dan kesadaran manusia lumrah....bahsa gampangnya gini kang...kalo kita sebelum dilahirkan masih dialam ruh maka otomatis kesadaran kita sadar ruh, begitu kita dilahirkan dan mengetahui tujuan hidup kita maka kita bertransformasi ke kesadaran jiwa, tapi kalau kita hanya bekerja mengejar dunia maka berkesadaran manusia lumrah pada umumnya, lebih parah lagi kakalu hanya menuruti hawa nafsu maka akan berkesadaran hewan...nah dari kesadaran jiwa ini haru ditransformasikan ke kesdaran ruh dengan cara meninggalakan dunia sebelum meninggal dunia atau sedah lulus semua ujian dunia ( bisa menyimpulkan awal akhir kehidupannya).
    2.wah urutan gak penting kang...yang penting nomer satu....semua itu hanya istilah kang, gak usah diambil pusing yg penting nomer satu....
    3. kalau membukanya ya dengan syariat, tarekat, hakekat, makrifat, kalo mau lebih teknis lagi bisa belajar kundalini, sebenarnya hampir mirip tapi bukan sama loh ya...dengan cakra2 yg ada di tubuh kita...ketika sampai di cakra atas ubun2 maka bagi yg percaya dia adalah guru sejati, tapi ya memang tidak mudah menemui guru sejati, tak cukup hanya meditasi ala kundalini, reiki dsb...tapi harus olah rahsa samapi ke telenging rahsa, ketika berhasil menemui guru sejati maka masuklah kedalamnya maka kita akan bertemu diri kita sendiri(serat bimo suci mode : on)...o ya guru sejati itu tak disebutkan diatas...guru sejati itu perwujudan nur muhammad yg ada di diri kita, ibarat sisi terdekat kita thd tuhan dan kek ulama di diri kita...sedangkan idofi itu menaungi semua lapisan ruh.
    4. bwkakakakakk geeeliiii kang...tangannya guede2 qiqiqi biasa dipijet tangan yg lembut wkwkwkwkw....
    5.tanya mas sabdalangit aja, beliau lebih tahu dari saya...lhawong saya cuman omdo....setelah itu....kabuuuuurrrrr.....

    ReplyDelete
  10. Huee agak2 serem bacanya.
    Tp senang juga kok bacanya, jadi ingat lagi...

    ReplyDelete
  11. hmmm .... ternyata ada banyak roh yang mengendalikan jiwa dan raga kita, info yang menarik, inspiratif, dan mencerahkan, mas tono. matur nuwun.

    ReplyDelete
  12. @zee
    inget apa mbak?? inget mati ya...kakakakaak

    @suwung
    ada koq...serius loh...kalo kita bertemu diri kita yg sejati...maka tidak ada apa2 alias suwung kecuali yg berkata....

    @sawali
    makasih pak guru atas kunjungannya

    ReplyDelete
  13. @Mas tono
    manusia diberi pengetahuan tentang ruh oleh Tuhan tapi hanya sedikit, karena Ruh urusanNya.

    Berarti kalu bener ndak boleh tanya manusia, lha wong yang tau persis hanya Tuhan.Tapi gimana caranya tanya Tuhan langsung Kang Tono? Moho pencerahannya.
    wassalam

    ReplyDelete
  14. WAAAKAAKAKAK.. KACIAN DEH LOOO.. HAHAHA.. TAPI BENER BENER BAIK MAS TONO SEMOGA BISA MEMBUKA PIKIRAN SAYA YANG OON SUROON TIDAK MENGENAL YANG DALAM DALAM.. MA KASIH MAS TONO.. KABUUUUURRRR..
    SALAM SAYANG

    ReplyDelete
  15. OHH YAYAYA.. SAYA MAU TANYA LAGI.. EEE TAPI JAWAB DULU PERTANYAAN MAS NGABEHI
    SALAM SAYANG

    ReplyDelete
  16. waduh lhakok pada mo tanya ke say yg bodo & cubluk ini yah...wkwkwkwkwk

    @herjuno
    ya memang yg tahu persis hanya Tuhan, sedangkan manusia hanya bisa melalui pendekatan2 layaknya pendekatan ilmiah(fisika, kimia dsb) bedanya kalo ilmu alam itu pendekatan eksperimen dan pengamatan, jadi bisa dilihat oleh mata...sedangkan masalah ruh atau yg gaib itu pendekatannya melalui roso atau rahsa atau mata hati, lha gimana caranya?? melalui tafakur dan dilanjutkan ke tadzabur...secara teknis kalo kita meditasi maka pada awal2 kita harus konsentrasi membayangkan suatu obyek....nah disinilah ilmu pewaskitaan bermulai dari sugesti pikiran berlanjut ke perwujudan alam nyata contoh: telekinesis, telepati, trawangan dsb....sedangkan pada meditasi tingkat lanjut maka hati lah yg bermain...atau kita menajamkan rahsa hingga ke telenging rahsa...kalau kita sudah sampai ke telenging rahsa maka kita akan bertemu diri kita sendiri...yaitu tidak ada apa2 kecuali yg berkata...kalau didalam sholat kita dianjurkan untuk seolah2 kita ada yg mengawasi yaitu sang hyang manon atau yg maha melihat(CMIIW) itu juga bisa diterapkan dalam mencapai telenging rahsa...jadi pada tahap awal kita menjadikan diri kita subyek sedangkan pada tahap lanjut maka akan menjadikan diri kita obyek...Tuhanlah subyek dari segalanya....

    lalu apa keterkaitan dgn pertanyaan njenengan? kalo kita sudah sampai ke telenging rahsa maka kita ibarat cermin yg sangat bening yg siap memantulkan nur Illahi utk diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari...secara teknis petunjuk tuhan akan mudah kita tangkap karena tuhan berkenan menjadi mata, telinga bahkan semua indra kita (ada loh riwayatnya tapi saya lupa)...tentu saja hanya bisa dicapai dengan syariat tarekat hakekat makrifat...kalau kita sudah mencapai tahap ini maka kita tidak mempersoalkan besar kecilnya pengetahuan tentang ruh karena kita sendiri itu tidak ada, yg ada ingkang jumeneng.....
    aduh maap yah kalo jawabannya kurang memuaskan lhawong cuman bisa ngomong thok....

    @kangboed
    yayayaya saya juga oon kang, jadi sama2 orang oon mari kita pijet2an....btw tangan kangboed walopun besar tapi lembut juga....qiqiqiqiqi....woooooiiiii kangboed jgn lariiii....makan blom mbayar kok kabur, keciyan tukang angkringannya....

    ReplyDelete
  17. Waaakakakak.. jadi gak tega ah.. soalnya dah muji.. hahaha..
    Salam Sayang

    ReplyDelete
  18. @mahendrattunggadewa
    makasih atas kunjungannya....yup memang gitu harusnya kita kalo ditanya tentang Tuhan...

    @kangboed
    harusna akang lebih tahu dari saya....kita sama2 belajar harus saling melengkapi satu sama lain (serius mode ON)

    ReplyDelete
  19. Wah, thanks banget atas pengetahuanya, keren banget, karena saya baru tahu

    ReplyDelete
  20. SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH
    Siap perintaaaaaaaah.. kank TONO.. ada YM yang aktif nanti kita belajar bersama teman teman.. oke
    Salam Sayang

    ReplyDelete
  21. Ranah Ruh....takuuutt, mending baca aja sambil merenung.

    ReplyDelete
  22. pesanan waringin sungsangnya sudah ada tinggal diposting aja... nuwun...

    ReplyDelete
  23. @raffael
    walah....lhawong saya cuman copas thok kok.....makasih atas kunjugannya

    @kangboed
    nguakakakakakak...

    @mas8nur
    gak usah takut...cuman mbaca thok....kan kita metodenya pendekatan.....tentu sama sekali jauh dari makna ruh sesungguhnya

    @mahendra
    OK ke TKP

    ReplyDelete
  24. nyuwun dhuko Kang...
    klarifikasi aja... maksud saya bahannya sudah ada tapi belum saya posting, tinggal diposting aja... nuwun...

    ReplyDelete
  25. @mahendra
    wkwkwkwk....mboten punopo2 kangmas....mbokmenawi sampun dipun posting kawulo tuweni lan kawulo semak, jalaran meniko kidung ingkang awrat mekaten criyosipun tiyang sepuh

    ReplyDelete
  26. Ruh itu adalah salah satu penghubung titik-titik modulasi metafisik yang berseliweran di alam semesta, hingga titik tertinggi yaitu Ruh-Absolut.
    Ruh-nya manusia sebagaimana Ki Mastono sampaikan berdimensi luas sebanyak nama-nama ruh yang telah dipaparkan. Ruh itu abadi, tidak pernah mati hingga DIA menghendaki lain. Kesadaran ruh adalah kesadaran tertingginya manusia. Kita semua bisa merasakan kesadaran tertinggi ini dengan laku yang kalau dalam tradisi Jawa disebut: ICIP PATI. Mohon pencerahan ki M4stono terkait icip pati ini agar kita semua memahaminya. Salam damai ki...

    ReplyDelete
  27. @wongalus
    maksih dah berkunjung mas alus...dah tak tunggu dari dulu loh...wkwkwkwkw....sebelum saya jelaskan mohon diberi pengertian bahwa saya cuma bisa ngomong thok alias omdo jadi kalo ada salah ya cuman teori thok....

    sebenarnya kalo icip pati itu secara teknis ala sultan agungan bisa dilihat di serat kekiyasanning pangracutan, tapi ya memang berat bagi ukuran orang sekarang, tapi saya sebenarnya ada cara lebih mudah yaitu dengan membayangkan mau bener2 mati atau sekarat ketika sdg meditasi, pasrahkanlah segala amal ibadah kita kepada Allah SWT, hilangkanlah segala ego kedirian, ikhlaskanlah anak istri tercinta, harta kita dsb dan yg paling sulit menurut saya adalah rasa takut yg tiba2 datang, biasanya rasa takut ini datang terakhir apabila kita hampir sudah bisa mengiklaskan segala milik kita utk dikembalikan kepadaNya...rasa takut ini adalah perwujudan dari ego kita thd dunia dan kita takut kehilangannya...apabila kita sudah mampu menghilangkan rasa takut tsb maka utk selanjutnya adalah masuk ke semesta tanpa apa2 alias tidak ada apa2...ingat bahwa alam semesta itu sebelum diciptakan adalah kosong...kosong bukan berarti gelap..kosong ini adalah terang...bahwasanya materi itu tidak ada...yg ada adalah fenomena medan magnet yg berbentuk partikel subatom yg menjadi penyusun atom2 dan atom2 menyusun molekul dan benda...jadi sebenarnya materi itu terbentuk dari medan magnet atau medan cahaya...kan sudah ada di artikel mas alus sendiri....saya kira pemahaman ini bisa membantu utk mengetahui hakekat kita sebenarnya, hakekatnya adalah tidak ada apa2 kecuali yg berkata, apabila kita benar2 memahami ini maka kita telah mencapai hakekat tertinggi dari manusia dan menuju makrifat Allah...saya hanya tahu sampai sini mas...klo makrifat saya ndak tahu...mungkin mas alus lebih makrifat dari saya wkwkwkwkwkw...

    nuwun

    ReplyDelete
  28. Kang, saya ada pemahaman lain tentang kalimat yang ini:

    "roh itu satu dan tidak terpecah-pecah atau berkeping-keping pada tiap individu, yaitu yg ditangan Tuhan"

    Menurut saya, roh itu ya bagian dari dzat Tuhan, bukan berada di "tangan" Tuhan, karena kalau ada ditangan Tuhan berarti ada sesuatu ciptaan baru yang diluar dzat Tuhan, sedangkan Tuhan itu Esa, tidak ada sesuatu apapun selain Dia. Semua ciptaan pasti merupakan bagian dari dzat itu sendiri. Makanya kalau orang sudah mencapai tataran tinggi, dirinya bisa menjadi "Tuhan Kecil" yang mampu melakukan Kun Fayakun. Yang jadi masalah ialah ketika kesadaran sebagai manusia sudah kembali, sikap Kun Fayakun-nya masih muncul. Itulah yang membuat ego-nya menjadi membesar dan merasa tidak ada orang lain yang lebih hebat dari dia.
    Yah itu hanya pendapat saya yang bodo ini Kang, kalau ada yang salah ya mohon dimaafken saja. :)

    ReplyDelete
  29. Kang Tono,
    Ternyata ada cara yang lebih mudah dari 1000 hari itu. Ini dia:

    "... di serat kekiyasanning pangracutan, tapi ya memang berat bagi ukuran orang sekarang, tapi saya sebenarnya ada cara lebih mudah yaitu ...

    Ngono koq yo ngga mau bilang dari kemarin. Gitchu ya, ngga cs ya... :)

    ReplyDelete
  30. @lambang

    wakakakakak....kang lambang sedang ngeluarin jurusnya....ampuuuuuunnnnn......

    gini lho kang, kalau makhluk itu istilahnya ciptaan tuhan, kalau ruh itu ditiupkan tuhan, kalau asma dan sifat itu dipancarkan oleh tuhan, lalu siapa tuhan itu? tuhan sejati yah dzatullah atau dzat Allah, jadi adanya sifat, asma, ruh dan makhluk itu karena dzat Allah.....

    tapi gini lho kang...memang kalau sudah mencapai tataran tertinggi atau makrifat Allah maka keakuan dia diakui olehNya tapi dia sendiri nggak mau ngaku2 karena dia sendiri sadar bahwa sejatinya dia sendiri itu tidak ada.....kan kalau yg parahnya kan tahu sedikit tapi merasa tahu banyak dan ngaku2 paling benar lagi....nah orang yg makrifat itu nggak gitu...orang yg makrifat itu keakuan pirbadinya sudah nol dan tidak ada lagi ego pribadi.......

    oya lupa kang...tapi pernah gak membayangkan kalau ajal sudah sangat dekat dan rasanya sakiiiit banget badannya maka kita akan berdoa sekuat tenaga dan pasrah sepasrah pasrahnya...tapi kalau gak kuat sebaiknya pake cara aman saja lah...1000 hari mah keciiil dibanding umur kita.....heheheheheh...ini cuman pendapat lho dari wong bodo dan cuman bisa omdo.........

    ReplyDelete
  31. Ki, ngomong-ngomong apa mungkin ya ego kita itu dinol-kan? Saya kok akhirnya ragu-ragu sendiri... hehehe.... apa jangan-jangan kita ini sedang memelihara mitos nol ego ini sebagai bentuk keinginan untuk mengalienasi diri dari peradaban yang sesak oleh hasrat materialisme yang berlebihan ya? Kalau kita sendiri tidak punya ego alias nol ego terus apa kita akan jadi sufi di tengah mall ya...??? Apa nggak sebaiknya kita justeru harus meninggikan ego setinggi mungkin seperti bung karno untuk berbuat banyak, berkarya secara kreatif dalam hidup ini??? Bagaimana dengan para nabi yang siap membela ego-nya bila diserang ego yang lain...mohon pencerahannya ki... nuwun

    ReplyDelete
  32. @wong alus

    wah kalo ini rumit juga ki....sepertinya nabi yg egonya paling tinggi hanya nabi musa as ini juga bisa dilihat jejaknya dari umat beliau bangsa israel yg berego tinggi, walaupun saya percaya semua nabi2 itu maksum dan mengembalikan keakuannya ke Allah..........ya idealnya memang ego kita nol ki....artinya tidak ada kepentingan pribadi, tapi ya susah kalo sudah jalan2 di mall, apalagi lihat HP model baru misalnya.

    jadi solusinya menurut hemat saya, memang ego kita harus nol dan biarlah Allah memberikan keakuanNya ke pada kita yg terbaik bagi kita, adakalanya kesombongan dilawan dengan kesombongan tapi hanya secara fisik dan batin kita tetap nol tidak sombong.....o iya ki kalo ego kita nol bukan berarti kita manutan lho...bisa jadi kita agak ngeyel kayak gusdur...malah jadinya antik to heheheheheh....sudah siapkah kita berada di tengah2 orang "waras" dengan keantikan kita seperti gusdur atau bung karno????..........nuwun ki dah mampir.........

    ReplyDelete
  33. wuaduwh.. inilah perbincangan yg menarik..!! bisa menambah bahan untuk experimen..!! he he he.. makasih sedulur2...!! salam kenal dan wilujeng rahayu...

    ReplyDelete
  34. wah luar biasa pembabarannya, mencoba menggali dan mengenali diri sendiri jasmani n rohani

    ReplyDelete
  35. makasih, alhamdulillah

    ReplyDelete