Monday, January 18, 2010

Tuhu Apa Udhu


Tuhu itu asal kata dari "mituhu" yang artinya patuh atau bisa juga taat yang mengindikasikan ketaatan kepadaNya atau dengan kata lain khusyuk, sedangkan "udhu" ini menurut terjemahan bebas adalah duit buat taruhan di permainan judi sedangkan di artikel ini saya terjemahkan sebagai duit atau kekayaan. Nah sekarang saya akan menampilkan dua sisi yg berbeda antara tuhu dulu apa udhu dulu didalam berspiritual, monggo silahkan dipilih yg terbaik

Noto : "eh kemarin kan kamu yg ngeyel kalau mau khusyuk harus kaya dulu minimal sandang pangan papan terpenuhi secara minimal atau cukup, sedangkan nafsu manusia itu tidak ada cukupnya bahkan tidak ada standar yg baku cukup itu batasannya apa, lalu apa pendapatmu?"

Tono : "huahahahahah....jangan munafik lah siapa sih yg tidak mau kaya? kita aja sibuk ngurusin dollar, kalau duit itu sudah cukup yaaa minimal cukuplah maka rasa syukur kita akan bertambah dan semakin bisa menambah kekhusyukan kita, sedangkan standarnya ya merasa bahagia dengan yg kita dapat"

Noto : "lalu sampai seberapa duit yg akan kamu dapatkan sehingga bisa membuat kamu bahagia atau merasa cukup untuk khusyuk, kan tidak ada standarnya, apa ya sampai bisa membeli BMW seri 7 lalu kita bisa bahagia?"

Tono : "yaaa mikir dong guwooobloook...kalo itu ya ketinggian, minimal kita bisa membeli Core i9 lah...hihihi"

Noto : "tapi bukan jaminan kan kalau sudah bisa membeli Core i9 idolamu itu maka ibadahmu bisa khusyuk? jangan jangan kamu mau mengidolakan super komputer untuk syarat bisa khusyuk"

Tono : "gini lho mas Noto sing bagus dhewe, kalau udhu dulu itu bukan berarti sebelum kaya maka kita enak enakan tidak beribadah, tapi ini merupakan sebuah cita2 sebagai "sipat kandel" atau untuk mempertebal keyakinan kita kepadaNya, bahwa dengan kekayaan yg kita miliki sedikit atau banyak maka harus berbanding lurus dengan rasa syukur kita dan berujung pada kekhusyukan kita didalam beribadah, gicuuu lho...."

Noto : "iya kalau harta kita terus bertambah dan berakibat bertambahnya rasa syukur kita, lha kalau kita malah tambah miskin apa ya rasa syukur itu akan berkurang juga?"

Tono : "maka dari itu kita berusaha jangan sampai kita miskin guwowowowbloook!!....karena itu kita harus terus termotivasi dan memotivasi diri supaya bisa tetap kaya dan tambah kaya supaya rasa syukur kita bertambah"

Noto : "kamu itu selalu nggoblok nggoblokin aku terus, apa ya ndak capek mulut kotormu itu?"

Tono : "hiyaaaa gitu aja maraaah...huahahahahah...bebas aja namanya aja buto....huahahahahahah....salah kamu sendiri dari awal berperan menjadi pandhito yg selalu memberi pencerahan, sedangkan aku dari dulu peranku kan jadi buto yg otaknya bocor alus, ngeyel, ndablek dan suka misuh"

Noto : "ya udah kalau begitu, terus kalau tiba2 Allah berkehendak menjadikan kamu miskin bagaimana? kan katanya kamu menjadikan harta sebagai sipat kandel, ini kan seperti halnya satria yg kehilangan kerisnya yg bisa berarti kehilangan jati dirinya"

Tono : "tentu saja harta bukan segalanya guuuwooobb...eh...ndak jadi, ntar marah lagi...hihihihi...maka dari itu yg utama tentunya kaya hati dulu dalam arti merasa berkecukupan walaupun kekurangan harta, tapi ya ini tidak mudah bagi yg berpedoman kaya dulu baru bisa khusyuk"

Noto : "nah itulah kelemahannya, pendapat kaya dulu baru bisa khusyuk itu memang bagus tapi kelemahannya adalah, pertama tidak ada jaminan bahwa kalau kita kaya dulu maka bisa berbanding lurus dengan kekhusyukan kita, kedua adalah tidak ada standar kekayaan itu seperti apa, kalau kamu bilang secara minimalis itu ya wujudnya seperti apa, bagi sebagian orang cukup itu diartikan punya BMW seri 7 sedangkan bagi sebagian lainnya punya selembar pakaian dan tidur di emper toko itu juga bisa diartikan cukup, dan yang ketiga adalah ketika tiba tiba harta kita ludes dan kita menjadi serba kekurangan maka kita akan mudah ngedrop semangat hidupnya, memang sih harta bukan segalanya, tapi bagi yg terbiasa berkecukupan tentu saja tidak mudah mewujudkan prinsip harta bukan segalanya"

Tono : "yaaa memang kuakui mudah diucapkan tapi sulit dipraktekkan....naaaah sekarang giliran pendapatmu yg mengatakan khusyuk dulu baru kaya"

Noto : "sebenarnya bukan masalah baik atau tidak baik tapi ini semua kan saling melengkapi, yang aku maksud khusyuk dulu adalah, persiapkan mental dan akhlak kita didalam menerima "cobaan" berupa kekayaan atau kelebihan, sedangkan kita tahu bahwa cobaan berupa kekayaan atau kelebihan itu lebih sulit lulusnya ketimbang cobaan yg berupa musibah"

Tono : "naah sekarang gantian khusyuk itu standarnya seperti apa? apa kalau sudah sholat lima waktu minimal 15 menit per waktu itu bisa dikatakan khsuyuk? jangan2 sholat sambil ngalamun atau tidur....huahahahahahah"

Noto : "baik khusyuk atau rasa cukup itu tidak ada standarnya, tapi kalau mau menurut dengan standar yang aku pakai maka khusyuk itu tidak berupa sholat minimal beberapa menit atau betah meditasi ber jam2 tidak gerak, standarnya adalah "gerak" atau panggilan hati yg mengisyaratkan kita sudah mampu untuk menerima cobaan berupa kelebihan atau kekayaan dengan kadar tertentu, tentu ini yg aku maksud kita beribadah bukan untuk mengejar kekayaan atau kelebihan, semua itu kita maksudkan mendapat ridhoNya atau ihklas mau dikasih ya syukur tidak dikasih ya tetap syukur"

Tono : "huahahahahahah....apa ya kalau kamu beribadah lalu kamu tidak berusaha menjadi kaya? apa ya diam terus dimasjid sampai mendapat "gerak hati" katamu itu...wah kebangetan kalau gitu"

Noto : "bukan itu yang aku maksud, tapi didalam kita bekerja atau mencari nafkah hendaknya tidak ngoyo untuk mengejar kekayaan, hikmahnya adalah ketika kekayaan itu kita dapatkan apa ya kita sudah siap kaya? bisa2 malah kekayaan itu menjerumuskan kita, sedangkan "gerak hati" sebagai perwujudan dari petunjukNya itu adalah bisa diistilahkan "weruh sakdurunge winarah" percayalah bahwa apabila kita mampu mengelola kelebihan atau harta maka kelebihan atau harta itu akan datang dengan sendirinya tidak perlu dikejar kejar secara ngoyo"

Tono : "iyaaaa makanya itu supaya kekayaan itu tidak menjadikan sesuatu yg menjerumuskan ya kita tingkatkan rasa syukur kita to, coba kamu pikir apa ya bisa kamu sholat khusyuk apabila mendengar tetanggamu merintih kelaparan?, lalu apa ya kamu bisa bermeditasi berjam jam apabila kamu barusan melihat anak yg terkena penyakit busung lapar dan kamu diam saja?, maka dari itu supaya kekhusyukan bisa tercapai maka kita harus peduli kepada mereka dulu dalam arti menafkahi mereka, kan mereka butuh makan tidak butuh ceramah ala ustadz yang katanya "kemiskinan pangkal dari kekafiran" dan kalau kita tidak punya apa2 maka bagaimana kita mau peduli dengan tetangga kita yg kelaparan itu?"

Noto : "yah memang aku akui itu merupakan salah satu kelemahan bagi yg berpendapat khusyuk dulu baru kaya, walaupun kita miskin dan lapar karena kekhusyukan kita maka kita bisa menahan rasa lapar kita dengan niat laku prihatin tapi tidak semua orang bisa melakukan itu, sedangkan apabila kita mendengar rintihan tetangga kita yg kelaparan bukannya kita tidak mau menolong tapi karena kita tidak punya apa2 karena kita juga sama2 orang miskin.....ini contoh lho apabila kita khusyuk beribadah tapi miskin harta"

Tono : "maka dari itu supaya hati kita tidak terbebani dengan kondisi sosial sekitar kita maka hendaknya kita memperkaya diri dulu untuk kita peduli dengan sekitar kita, betul ndaaak....huahahahahah"

Noto : "kamu betul sekali, memang mereka orang orang yg miskin dan kelaparan itu ya yg dibutuhkan adalah kepedulian berupa bantuan makanan bukan berupa ceramah, memang sungguh keterlaluan apabila ada orang yang naik umroh dan haji berkali kali tapi kondisi lingkungan sekitarnya masih terperosok di jurang kemiskinan, alangkah baiknya uang yg buat naik haji dan umroh itu dipakai buat menyantuni tetangganya yg miskin itu, syukur2 memodali mereka buat buka usaha..."

Tono : "huahahahahah padahal mereka yg berkali kali naik haji itu alesannya ya sudah membayar zakat 2,5% dari total pendapatannya juga shodaqoh seperlunya supaya tidak dikira orang yg kikir dan sebagai syarat memenuhi standar minimal didalam berzakat/bershodaqoh.....harusnya ditambahin dong tidak hanya 2,5% kalau bisa 25% dan tentunya lingkungan sekitar dia tinggal itulah yg diutamakan...tul gak"

Noto : "betul sekali kamu Ton, memang banyak pemuka agama yg berkecukupan dan merekalah yg biasanya memberikan fatwa ini itu, tapi apabila mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitar mereka maka buat apa fatwa itu, sekarang ini malah fatwa2 itu bersifat eksklusif berupa "rebonding itu halal apa haram", "facebook itu halal apa haram", bahkan sampai penerapan syariat Islam segala tapi yg membahas fatwa "kikir itu kafir", "tidak peduli dengan kemiskinan itu fasik" dll malah hampir tidak ada, padahal akar permasalahan dari umat itukan kemiskinan"

Tono : "huss jangan mbahas fatwa2 itu ah....ntar topiknya mlenceng lagi, biarlah itu menjadi urusan mereka2 yg konon katanya sudah beragama dengan baik dan benar....nah sekarang kita kasih kesimpulan terhadap diskusi kita ini"

Noto : "hmmm apa yah, memang antara tuhu dan udhu yg duluan itu ada kelemahan dan kelebihan masing masing, maka dari itu supaya tidak bingung kita simpulkan bahwa didalam bekerja kita niatkan ibadah sehingga niat ingsunnya kita luruskan dulu yaitu bekerja karenaNya, ini bukan berarti Dia membutuhkan kerja dan ibadah kita tapi semua itu kan ujung2nya kita sendiri yg menikmati, sedangkan Tuhan tidak butuh dibela dan tidak butuh disembah, kita lah yg butuh menyembah Tuhan walaupun dengan tata cara yg beda2, dengan menyembahNya maka kita telah menyerahkan segala daya dan upaya untuk diambil alih olehNya sehingga Dia memberikan yg terbaik buat kita, apakah itu akan menjadikan kita kaya atau miskin yg penting kita berusaha dengan niat karenaNya"

Tono : "hihihi betul juga, ngomong2 ntar kalau sudah punya Core i9 aku akan isi komputerku dengan potret kemiskinan dan aku publikasikan di blog supaya banyak orang yg terketuk hatinya dan membantu, sedangkan apabila punya BMW seri 7 maka aku akan bawa anak yg busung lapar itu ke rumah sakit lalu setelah sembuh akan aku ajak jalan2 dengan mobil BMW baruku, jadi niat ingsunku sudah benar to, semua itu kan karenaNya....hihihihih"

Noto : "iya sih memang seharusnya begitu, tapi paling2 komputer Core i9 mu yg baru itu diisi dengan foto2nya Ngatemi dan film Miyabi, sedangkan mobil barumu itu paling2 ya untuk pamer kepada Ngatemi lalu ngajak jalan2, malah bisa2 kamu nyari perempuan lain sebagai pacar selingkuhan, betul nggak?"

Tono : "sssttt jangan keras2, ntar Ngatemi tahu bisa marah lho....sudah ah yg penting niatnya lurus dulu, soal ntar nantinya melenceng ditengah jalan kan itu urusan lain.....huahahahahahaha"

blog comments powered by Disqus