Monday, October 26, 2009

Terjemahan Serat Wedhatama Sinom 2



Pada suatu malam selepas isya' Tono sedang didepan komputer untuk mengetik lanjutan dari terjemahan Serat Wedhatama, dirinya tampak bingung mau nulis apa sebab dirinya tidak tahu apa2 tentang bahasa kawi apalagi filosofi yg terkandung didalam seratan tersebut. Tak lama kemudian Noto masuk ke kamar Tono sambil melihat hasil "karya" Tono yg masih berupa layar putih kosong.

"lho kok belum ada tulisannya?" tanya Noto kepada Tono, yg ditanya malah balik tanya "emang kamu baru tahu kalo aku ini cuman bisa makan dan tidur?" mendengar saudaranya balik tanya, Noto hanya tertawa kecil lalu menyingkirkan asbak dan bungkus2 rokok yg berserakan di atas kasur Palembang berwarna merah yg menjadi alas bagi Tono untuk duduk didepan komputer, memang Tono itu malasnya bukan main, setiap kali rokoknya habis bungkusnya dibiarkan saja berserakan, begitu pula dengan bungkus kacang atom yg tidak kalah berserakan dan juga puntung rokok yg telah menggunung di asbak yg sebesar mangkuk itu. Setelah selesai membersihkan kasur, Noto lalu bertanya "memang tujuan kamu apa membikin blog segala, kan kamu juga harus tahu konsekuensinya dan apa untuk pamer kepandaian kepada pembaca blognya?" diberondong pertanyaan itu Tono sambil sedikit mikir2 menjawab sekenanya "lha kalo gak bikin blog kita kan gak terkenal, lagi pula apa salahnya berbagi informasi, maka dari itu brat...aku nunggu kamu dari tadi...ayo dong jelaskan makna filosofi dari lanjutan Serat Wedhatama di pos ronda kemaren...ayo dong pliiiss....sementara kamu ngetik aku mo bobok dulu....ntar aku yg ngejawab komeng2 ajaib yg nyasar di blog kita...hihihihihi...bobok dulu aaahhh" seketika Tono langsung berbaring dikasur meninggalkan Noto sendirian didepan komputer, lalu tak lama kemudian terdengar celotehan Tono yang sedang asyik membayangkan Ngatemi "hmmm...nyam nyamm...duh dik Ngatemi sayaaang...ailapyuuuuu..." tiba2 terdengar jeritan Tono yg kesakitan "waduuuuuuuh biyuuuung...punggungkuuu kumaaaaat....bajingaaaaaaan......aaaasssss..." tiba2 Noto langsung menutup mulut Tono sambil tangannya mengacungkan telunjuknya dimulut untuk tanda diam, sambil meringis kesakitan Tono lalu meneruskan omongannya yg belum selesai "maksudnya...aaaaassssseeemmmm..bukan aaasss yg lain..." dijawab oleh Noto "kamu ini sukanya berkata kotor dan jorok, apapun itu tidak boleh kamu mengumpat atau memaki, ntar punggung kamu tambah sakit lho, sini aku obati" lalu Noto memegang punggung Tono sambil menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengobati punggung Tono, sambil memegang punggung Tono, Noto lalu menembangkan Serat Wedhatama lanjutan dari yg ditembangkan Ngatemi.

02
Samangsane pasamuan,
mamangun marta martani,
Sinambi ing saben mangsa,
Kala kalaning asepi,
Lelana teki-teki,
Nggayuh geyonganing kayun,
Kayungyun eninging tyas,
Sanityasa pinrihatin,
Puguh panggah cegah dhahar lawan nendra.

"Dalam setiap kita bergaul atau di pergaulan maka kita harus membangun suatu sikap tahu diri terhadap lawan bicara kita (Samangsane pasamuan, mamangun marta martani) maka dari itu untuk mewujudkan sikap tahu diri yang pas dan bisa diterapkan kepada orang banyak maka kita harus sering2 bertafakur lalu bertadzabur setiap ada kesempatan dan waktu longgar (sinambi ing saben mangsa, kala kalaning asepi), bertafakur itu artinya berpikir akan kekuasaan Allah yg terbentang diseluruh penjuru jagat raya betapa kecilnya kita ini, jangankan kita, wong bumi aja seperti setitik debu di jagat raya ini, lalu kita bertadzabur itu maksudnya melihat menembus kedalam atau berdzikir dengan menyebut namaNya tidak cukup hanya dimulut sekian kali tapi didalam hati sambil meresapi makna dari nama2 Nya yg kita sebut, sesungguhnya Nur dari nama2 Nya itu ada dibalik ciptaanNya. Didalam bertafakur dan bertadzabur maka hendaknya kita pergi ke alam terbuka supaya bisa lebih meresapi laku pikir dan dzikir kita (Lelana teki-teki), kalau orang jaman dulu lakunya adalah dengan bertapa di gua, gunung atau tempat2 sepi yg jarang dijamah manusia, tapi sekarang hal itu tidaklah harus dilakukan mengingat sudah hampir tidak ada lagi tempat2 yg sepi dari aktivitas manusia maka laku didalam berfikir dan berdzikir itu cukup sambil bersepeda atau jalan jalan dialam terbuka sambil mensyukuri keindahan pemandangan alam yg terbentang. Didalam pikir dan dzikir kita maka selipkanlah suatu cita2 kita bisa berupa keinginan2 yg bersifat keduniaan seperti ingin kaya, kedudukan dll semua itu boleh kita cita2kan dengan syarat semua itu harus kita labuhkan dijalan Allah atau semua karena Allah (nggayuh geyonganing kayun), akan tetapi cita2 yg paling mulia adalah agar diri kita segera di lenggahi atau diduduki oleh rahman dan rahimNya, dengan kata lain kita sudah sampai pada taraf makrifat atau penuh dengan kearifanNya.

Lalu Noto berhenti sejenak untuk mengambil nafas lalu memperhatikan Tono yg sedang memjamkan mata sambil senyum2 sendiri, melihat itu Noto lalu berujar "kalau kamu ingin menulis artikel maka dengarkan dan perhatikan semua penjelasanku" sambil masih senyum senyum sendiri Tono berkilah "aku perhatiin kok, tenang aja brat supaya pelajarannya cepat masuk maka aku membayangkan sedang dipijetin dik Ngatemi sayangku...hmmm...enaaak.." Noto tampak pasrah mendengar bantahan Tono, lalu dia melanjutkan penjelasannya "ya sudah terserah kamu saja....nah lanjutan dari pikir dan dzikir yg barusan kita bicarakan adalah menerapkannya didalam kehidupan sehari hari dengan senantiasa menjaga hati untuk prihatin atau menahan hawa nafsu (Sanityasa pinrihatin), semua laku didalam menahan dan mengendalikan hawa nafsu itu harus diawali dengan niat dan tekad yg kuat lalu membatasi makan dan tidur (Puguh panggah cegah dhahar lawan nendra). Membatasi makan itu maksudnya adalah makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang, seperti kita tahu bahwa apabila makan sampai kekenyangan maka itu tidak baik bagi kesehatan, idealnya adalah sepertiga diisi makanan padat, sepertiga diisi air lalu sisanya udara, dengan kata lain makan ala kadarnya sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan, lebih bagus lagi laku cegah dhahar itu kita lakukan dengan berpuasa, sesungguhnya dengan berpuasa maka kita semakin mendekatkan diri kepadaNya dan doa2 kita akan cepat terkabulkan".

"Lalu membatasi tidur itu maksudnya adalah bangun malam untuk sholat tahajud, sebelum sholat maka kita dianjurkan tidur terlebih dahulu walaupun sesaat, tapi tidur yg dimaksud disini adalah tidur yg bermutu, lalu bagaimana tidur yg bermutu itu? tidur yg bermutu itu tidak didahului dengan menguap, begitu terasa ingin tidur langsung tertidur. Laku yg dilakukan untuk mendapatkan kualitas tidur yg baik adalah bekerja disiang harinya dengan niat karena Allah, apabila niat karena Allah itu kuat menancap maka kerja kita akan terasa ringan dan tidak berharap imbalan (sepi ing pamrih rame ing gawe) lalu ketika petang tiba maka sehabis sholat maghrib kita mengaji dari perbuatan kita di siang hari, apabila ada salah2 didalam tindakan dan ucapan maka mohon ampunlah kepada Allah dan bertekad untuk tidak diulanginya di keesokan harinya, segala perbuatan kita yg baik2 disiang hari hendaknya kita syukuri dan kita tekadkan untuk kita tingkatkan di keesokan harinya. Setelah isya' tiba maka bersegeralah sholat isya lebih bagusnya berjamaah di masjid dan setelah isya' maka segala urusan di siang harinya hendaknya kita akhiri hingga waktu isya' tiba, karena isya' adalah awal dari hari kita yaitu waktu isya' adalah waktu dimana hanya hubungan kita dan Allah semata maksudnya adalah awal hari dimulai dengan berserah diri kepadaNya yg dimulai dgn waktu isya' dan diakhiri dengan mengaji di waktu maghrib, kecuali kalau ada pekerjaan lembur".

"Didalam mengisi waktu selepas sholat isya' maka kita isi dengan berdzikir kepadaNya, apabila ada acara atau keperluan keluarga hendaknya kita selesaikan segera dengan tidak mengurangi kekhusyukan dzikir kita kepada Allah, ditengah tengah dzikir kita maka akan timbul rasa kantuk yg bermutu untuk mengawali kualitas tidur kita yg bermutu. pada dasarnya ketika kita mengantuk adalah segala kepemilikan serta kesadaran akan tubuh kita akan diambil oleh Allah, ketika kita tidur maka segala kesadaran akan tubuh kita serta kepemilikan telah diambil oleh Allah maka tidak mungkin kita membawa harta kita kedalam mimpi kita. Ciri ciri tidur yg bermutu adalah tidak disertai menguap, hati kita terjaga ketika tidur maka kita akan tersadar didalam mimpi kita dan tetap berdzikir walaupun tubuh kita tertidur dan ketika terbangun maka akan tepat waktu seperti rencana kita sebelum tidur dan badan akan terasa segar tidak pusing dan tidak lemas, itulah tidur yg bermutu. setelah bangun di sepertiga malam terakhir maka kerjakanlah sholat tahajud secukupnya maka kita telah mengawali hari dengan sebaik baiknya. Nah itulah makna dari tidur yg bermutu yg dilanjutkan dengan sholat malam dan baiknya sholat itu lebih baik dari baiknya tidur".

lalu Tono melirik kearah Noto yg sedang memegang punggungnya yg sakit sambil berkilah "haaalaah mo sholat tahajud aja syaratnya buaanyak amiiir, tinggal pasang weker disetel jam 3 pagi dah rampung...." dengan tersenyum Noto menjawab "kalau hanya sholat tahajud ya memang begitu tapi alangkah baiknya kalau segala laku itu kita kerjakan berurutan, tidak tergesa gesa dan isitiqomah demi mendapatkan hasil yg terbaik, seperti kalau kita ingin pergi jauh keluar kota dan menginap maka perlu kita siapkan pakaian, bekal uang yg cukup serta tidak lupa berdoa supaya selamat sampai tujuan, apa ya kalau kita mau pergi ke Jakarta hanya memakai celana kolor dan membawa uang seadanya, coba dibayangkan mana yg lebih baik" lalu Tono berkilah lagi "iya siih....tapi menurutku asal bangun tengah malam dan sholat itu maka kita telah mengerjakan sholat tahajud, masalah ntar sholat kita diterima apa tidak itu kan urusan Allah...tul gak" lalu Noto diam sejenak dan berkata "kamu memang betul bahwa segala amal dan ibadah kita tidak dijamin akan diterima Allah, tapi kalau kita mempersiapkan ibadah kita secara bersungguh sungguh dan serius maka itu akan menambah kekhusyukan kita didalam sholat serta akan mendapat nilai tambah dari kesungguhan kita tersebut".

"Coba kamu gerakkan punggungmu" pinta Noto, lalu Tono menggoyangkan punggungnya kekanan dan kekiri lalu tampak sumringah dan berteriak "hoooyeeee punggungku sembuuuh....makaciiih mas Noto ganteeeng...iiihh gemeeess deh" sambil mencubit pipi Noto berkali kali, Noto hanya diam saja dan ikut senang melihat Tono sudah sembuh sakit punggungnya, "nah karena punggungmu sudah sembuh maka tugas kamu adalah menulis artikel terbaru dari penjelasanku tadi, terserah bagaimana tulisannya asal dengan niat yg baik dan jangan pamer" pinta Noto, dengan riang gembira Tono pun merespon permintaan Noto "oke boss...iiih kamu ini memang pandai....coba kalo gak ada kamu maka blog kanktono ini gak akan ada dan kita gak akan terkenal...hihihihihi....maklumlah aku kan gak mudeng dengan hal2 kek ginian...lagipula aku lebih suka liat Miyabi ketimbang nulis yg berat2 kek ini...hihihihi" jawab Tono terkekeh sambil memulai mengetik apa yg dijelaskan Noto barusan.




Artikel terkait sebelumnya

blog comments powered by Disqus